Petugas Gabungan Ciduk Purel Di Bawah Umur

0
158

Madiun, BeritaTKP.Com – Petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar razia tempat hiburan malam, dalam razia ini petugas mendapati sembilan pemandu lagu (PL), bahkan dua diantaranya masih dibawah umur.

Ke sembilan wanita yang diamankan oleh petugas PL didapati memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sudah tidak berlaku, Sedangkan dua PL di bawah umur diamankan dari kafe dan karaoke Nova, Mejayan dan diketahui bahwa kedua purel yang masih di bawah umur tersebut merupakan warga Kecamatan Pilangkenceng dan Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Diketahui bahwa dalam razia ini petugas juga mengamankan Mereka lantaran dianggap sudah melanggar ketentuan dalam Perda Kabupaten Madiun Nomor 5 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Selain mengamankan tuju orang purel dan 2 orang purel di bawah umur petugas juga  menggelandang enam pria hidung belang, Mereka kedapatan mengkonsumsi minuman keras (miras) di dalam THM tersebut. ‘’Karena tidak membawa identitas yang masih berlaku, terpaksa kami amankan selanjutnya Pemilik karaoke akan kita panggil, karena melanggar perda Nomor 4 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat, kadar alkohol dalam minuman keras itu tidak boleh lebih dari lima persen,” ujar Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tribunranmas) Satpol PP Kabupaten Madiun Krisna Setyawan.

Dan dalam atas penggerebekan ini petugas juga menemui adanya izin THM yang masih dianggap belum memenuhi syarat, maka tidak ada kata lain selain menutupnya, dimana nanti petugas akan berkoordinasi dengan DPMPTS (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) dan Disparpora (Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga).

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Tatuk Mahmawati, menjelaskan bahwa untuk PL di bawah umur diminta membuat surat pernyataan. Hal ini,  antisipasi agar para PL belia itu tidak terjerumus semakin ke dalam dunia hitam, pihaknya akan juga membuat surat pernyataan bahwa mereka tidak akan menjadi pemandu lagu lagi dan jika tertangkap lagi menjadi PL, maka mereka bakal dikirim ke UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kediri untuk dibina. @wahyu