Jadi Penadah Barang Ranmor, Pemilik Warkop Diciduk Polisi

Surabaya, BeritaTKP.Com  – Memiliki pekerjaan yang lumayan banyak peminat dan halal yakni usaha warung kopi ternyata tak cukup bagi Abdul Kadir (33) warga Jalan Pogot gang 10 Nomer 47, Surabaya, bagaimana tidak ternyata ia memiliki kerja sampingan yakni menjadi penadah motor hasil tunggakan kredit.

Bahkan dalam hal ini setelah mendapatkan motor tersebut ia beli dan jual kembali itu diperoleh dari memanfaatkan medsos, facebook (FB).

Dalam kasus ini modus kadir terungkap pada Jumat (16/2). Dia ditangkap di warung yang tak jauh di rumahnya. Penangkapan tersebut berawal saat polisi aktif memantau sejumlah grup jual beli yang ada di FB. Salah satu yang jadi perhatian adalah grup jual beli motor bekas.

Dari pengamatan grup FB tersebut, polisi mendapati banyak motor bekas dengan kualitas bagus namun dengan harga murah. Hal inilah yang membuat polisi curiga, polisi juga mendapati jika Kadir adalah salah satu anggota grup FB yang paling sering memposting. Isi postigannya ialah untuk mencari motor bekas dengan harga murah. Jika ada yang berminat menjual, maka dia meminta untuk dihubungi lewat chat.

Biasanya dalam proses chatting tersebut, terjadi negosiasi terkait motor yang ditawarkan kepada tersangka. Setelah deal maka penjual diminta untuk datang ke kawasan Jalan Pogot, Setelah tiba di Jalan Pogot, biasanya Kadir tak langsung menemui si penjual. Melainkan dia meminta bantuan AG (DPO). AG diminta untuk menemui penjual motor kredit macet tersebut dan mengantarkanya ke warung kopinya.

Dan Setelah itu, mereka melakukan transaksi di warung tersebut Sesudah itu, petugas melakukan penggerebekan dan berhasil meangkap Kadir. Hanya saja AG berhasil lolos.

Menurut informasi Kadir sudah melakukan aksinya selama enam bulan. Dalam rentang waktu tersebut, sudah sekitar 50 motor yang sudah ia beli dan jual kembali. Sedangkan penjual motor tersebut berasal dari Surabaya dan juga luar kota, seperti Jombang, Kediri dan Sidorajo serta Gresik dan Biasanya ia menjual motor tersebut juga melalui grup medsos, namun grup yang berbeda.

Sementara itu menurut pengakuan tersangka jika motor tersebut dibeli dengan harga yang varitif. Tergantung merk, kondisi  fisik serta kelangkapan. Untuk motor yang masih mulus dan memiliki STNK ia beli dengan harga Rp 5 juta, sedangkan jika tanpa STNK, ia membelinya dengan harga Rp 2,5 juta.

Dn selanjutnya oleh pelaku dijualnya kembali dengan selisih Rp 300 hingga Rp 500 ribu lebih mahal. Selisih itu yang menjadi keuntungan pelaku ia juga mengujarkan bisnis sebagai penadah tersebut ia lalukan ingin mendapatkan penghasilan tambahan selain dari warkop.

Sementara itu, selain tersangka dari penangkapan tersebut polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor dengan nopol L 2857 FT. Motor tersebut merupakan salah satu motor kredit macet yang sudah dibeli oleh tersangka. @lutf