4 Dari 7 Pelaku Pengasak Uang Anak Yatim Piatu Dipincangkan Polisi

Surabaya, BeritaTKP.Com – Anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap tujuh pelaku Komplotan pelaku pecah kaca yang beraksi di Surabaya, ketujuhnya ditangkap setelah membawa kabur uang Rp 100 juta sumbangan anak yatim piatu bahkan dari tujuh pelaku polisi menembakan timah panas ke empat pelaku yang hendak melawan.

Empat pelaku yang kakinya ditembus peluru tersebut adalah, Ali Idrus,36, Rizky Apriansyah, 21, Agus Salim,30, ketiganya warga asal Palembang. Sedangkan satu pelaku lain adalah Agus Toni, 30, warga asal Jakarta Selatan. Untuk dua pelaku lain yang ditangkap yakni M Alamin,29, dan M Yusuf,21, keduanya warga Palembang diserahkan ke Polres Sidoarjo. Sementara satu pelaku lain masih dalam pegejaran.Keenam pelaku tersebut ditangkap di sebuah rumah kos di Bandar Rejo Gang 4, Sememi. Komplotan ini memang mencari salah satu target operasi setelah berhasil melakukan aksinya di parkiran masjid di kawasan Wiyung.

Saat itu komplotan yang terdiri dari empat pelaku memecah kaca mobil Avanza dengan nopol W 1002 XH, milik M Dilap, warga asal Kletek, Taman, Sidoarjo. Saat itu komplotan ini berhasil menggasak uang Rp 100 juta yang rencananya akan disumbangkan kepada yatim piatu, saat itu uang ditaruh di mobil yang diparkir di Masjid Baitul Muslimin, Jalan Babatan, Wiyung Surabaya.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti mengungkapkan setelah proses penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengendus tempat persembunyiannya. Saat itulah polisi melakukan penggerebekan. Dari hasil penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan enam pelaku, sedangkan satu pelaku lain berhasil lolos, Sedangkan empat pelaku (Ali Idrus, Rizky Apriansyah, Agus Salim, Agus Toni, Red) terpaksa diberi tindakan tegas dengan melumpuhkan kakinya. Sebab mereka mencoba kabur saat akan ditangkap.

Dan selanjutnya keenamnya lantas dibawa ke Mapolrestabes untuk diperiksa. Namun dua tersangka lain yakni Alamin dan Yusuf diserahkan ke Polres Sidoarjo. Sebab keduanya tak terlibat dalam aksi pecah kaca yang dilakukan oleh empat rekannya lain di Surabaya sedangkan Kedua tersangka pernah beraksi di Sidoarjo, untuk itu kami limpahkan ke sana.

Iptu Bima Sakti kembali menjelaskan bahwa dalam menjalankan aksinya, komplotan ini bisa mencari sasaran dengan berboncengan berkeliling mengendarai sepeda motor. Targetnya adalah mobil yang terpakir di pinggir jalan. Namun sebelum mereka berangkat, komplotan ini terlebih dahulu menyiapkan pecahan busi kendaraan yang digunakan untuk melancarkan aksi mereka.

Kemudian setelah menemukan target, mereka terlebih dahulu mengintip kaca mobil untuk memastikan ada barang berharga atau tas yang ada di dalam mobil. Setelah dipastikan ada barang, maka pelaku mengeluarkan serbuk pecahan busi. Kemudian serbuk pecahan busi diludahi dan langsung dilemparkan ke kaca mobil dan Akibat lemparan tersebut, biasanya kaca akan langsung retak. Tersangka hanya tinggal mendorong kaca tersebut hingga jebol dan mengambil barang berharga milik korban.

Di kasus ini juga di ungkapkan bahwasanya sebenaranya modus yang dilakukan komplotan asal Palembang ini merupakan modus lama. Namun masih saja ada korban yang lengah yang mungkin sengaja meninggalkan barang berharganya dalam mobil. “Mereka bermain di Surabaya baru sekali, namun di kota lain mereka sudah banyak melakukan aksinya, mulai dari Malang, Semarang, Bojonegoro dan beberapa kawasan lain di Jatim,” tandas perwira dengan tiga balok di pundaknya ini.

Sementara itu Tersangka Agus Toni mengaku komplotannya belajar modus pecah kaca tersebut secara otodidak. Panduanya adalah sebuah video dari youtube. Setelah beberapakali mencoba, akhirnya satu per satu bisa menguasai modus tersebut. “Awalnya kami coba-coba, namun setelah berhasil, kami praktikkan di lapangan,” ungkap Agus.

Ia juga mengungkapkan aksi yang dilakukan memang tak butuh waktu lama. Hanya hitungan kurang dari semenit mereka sudah berhasil memecah kaca tersebut. Namun yang paling lama ialah mencari sasaran mobil yang di dalamnya terdapat barang berharga. “Sebab kami harus berkeliling dan mengintip satu per satu mobil yang kami temui,” terangnya dan uang hasil pencurian Rp 100 juta tersebut dibagi rata dengan komplotannya. Kemudian setelah beraksi di Surabaya, mereka langsung pulang ke Palembang untuk menikmati uang hasil curiannya itu. Masing-masing orang mendapatkan uang Rp 18 juta, sisanya untuk operasional.

Dalam kasus ini Selain berhasil meringkus komplotan ini, sejumlah barag bukti juga diamankan polisi. Di antaranya adalah tiga unit motor sarana beraksi, sepuluh unit HP, uang hasil curian Rp 4,2 juta hasil pencurian dan empat buah busi bekas. @red

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda