Cegah Kekerasan Terhadap Anak, Pemkot Gelar Sosialisasi

Blitar, BeritaTKP.Com – Upaya memberikan perlindungan terhadap anak terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Blitar. Guna mempertahankan predikat Kota Layak Anak dan mengurangi terjadinya kekerasan terhadap anak, Pemerintah Kota Blitar menyelenggarakan sosialisasi perlindungan anak yang diikuti Kepala Sekolah, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kantor Wali Kota Blitar, Rabu (21/2). Pemerintah Kota Blitar mengharapkan semua pihak untuk lebih peduli untuk dapat mencegah dan mengurangi kekerasan terhadap anak.

Wakil Wali Kota Blitar, Santoso menyampaikan hak, perlindungan, dan kualitas anak perlu mendapatkan perhatian secara sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat. Wajah Kota Blitar di masa yang akan datang akan sangat dipengaruhi bagaimana cara mendidik dan memenuhi hak-hak anak pada masa sekarang ini. Santoso melanjutkan, tantangan anak saat ini sungguh luar biasa. selain dihadapkan pada tantangan ketatnya kompetisi, anak – anak kita juga dihadapkan pada tantangan kekerasan, miras dan narkoba, pornografi, penyimpangan seksual, sampai penjualan manusia.

“Pemerintah tidak bisa sendiri, kita perlu mendorong agar keluarga, lembaga pendidikan, sekolah – sekolah, tokoh masyarakat dan tokoh yang ada di Kota Blitar ini memberikan ruang yang luas kepada anak – anak di Kota Blitar untuk tumbuh dan berkembang. Perlu sinergi, kepedulian, dan kerjasama dari semua pihak”, jelas Wawali. Kota Blitar yang sudah dua kali mendapatkan predikat Kota Layak Anak, harap Santoso, harus terus berbenah agar predikat itu dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Sementara itu, Psikolog Riza Wahyuni yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya edukasi bagi orang tua dan menjaga keharmonisan rumah tangga. “Tidak hanya anaknya saja yang perlu diedukasi, tetapi yang lebih penting orang tuanya juga. Bisa jadi orang tua merasa semua baik – baik saja padahal anak mengalami masalah”, jelas Psikolog senior asal Gresik ini.

Ditambahkan Riza, anak mengalami perkembangan psikoseksual sesuai usia tumbuh kembangnya. Perkembangan usia anak ini harus dipahami oleh orang tua dan guru sehingga tepat dalam menyikapi anak. Dijelaskan Riza, di tengah kesibukan orang tua harus menyempatkan diri memberikan perhatian kepada anak. Dan ketika ada anak yang bermasalah untuk menyelesaikannya tidak bisa sendiri tetapi perlu berjejaring.

Pembicara lain, Diar Swastika Santi dari Polres Blitar Kota menyampaikan faktor – faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak di antaranya kurangnya ketahanan keluarga, gaya hidup konsumtif, dan masyarakat yang tidak peduli. “Faktor lain yang menjadi penyebab munculnya kekerasan terhadap anak di antaranya masyarakat yang tidak peduli, penyedia kerja bagi anak, penyalahgunaan teknologi informasi”, jelas Diar.

Ditambahkan dia, upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dapat dilakukan bersama – sama oleh keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Diharapkan masyarakat segera lapor apabila ada hal – hal yang mencurgikan. Bisa Ke Polsek terdekat. “ Selain agar orang tua berperan aktif untuk mengawasi perkembangan anak, membina dan memberikan bekal agama sejak dini”, pungkasnya. ( HUMAS/fm )

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda