Permata Indonesia Dan Pemerintah Kab,Blitar Pembentukan Forum Inklusi Kusta Kab.Blitar

Blitar, BeritaTKP.Com – PerMaTa Indonesia merupakan  Perhimpunan Mandiri Kusta Indonesia pertama kalinya di deklarasikan pada tanggal 15 Februari 2007 di Jakarta. Deklarasi dihadiri oleh 12 perwakilan orang yang mengalami kusta di tiga propinsi seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Yang dimana seluruh anggota PerMaTa Indonesia semuanya oreang-orang penderita kusta yang sudah sembuh. PerMaTa Indonesia merupakan wadah dalam rangka mempromosikan hak asasi manusia ( HAM ) dari orang-orang yang mengalami kusta sebagai warga Negara yang sama di Indonesia. Perjuangan hak asasi manusia yang bertujuan untuk memperjuangkan setara, mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta. Dalam visinya PerMaTa Indonesia menginginkan Bebas dari Stigma dan Diskriminasi menuju kualitas hidup yang lebih baik. Yang mempunyai tujuan Advokasi untuk kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak kusta. Menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk orang-orang dengan kusta di layanan ekonomi, social, politik, spiritual, pendidikan dan kesehatan. Juga meningkatkan kualitas SDM ( Sumber Daya Manusia ) dengan pendidikan dan pelatihan bagi orang-orang yang mengalami kusta. Untuk mencapai visi dan misi PerMaTa Indonesia mempunyai program Pembangunan Kapasitas untuk tingkat structural dan anggota Kusta, Advokasi dan Kampanye Anti Diskriminasi dan Pemberdayaan Manusia bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi anggota PerMaTa Indonesia.

Pada tahun 2006 program kusta dibeberapa propinsi di Indonesia telah mencapai eliminasi sesuai dengan standrat WHO dan hasilnya adalah penemuan kasus baru sudah mulai menurun setiap tahunnya. Menurut data dari Departemen Kesehatan RI pada tahun 2008 penemuan total orang-orang baru di Indonesia mencapai 17.000 orang. Meskipun jumlah kasus baru menurun setiap tahunnya, namun kusta masih menyisakan banyak masalah di masyarakat terutama isu-isu social. Akibatnya banyak dari mereka yang tidak bisa pergi ke sekolah,tinggal ditempat penampungan kusta,hidup dengan cacat akibat kusta dan dipaksa bekerja sebagai pengemis.

Berawal dari keperihatian ini tentang kondisi ini,maka pada tahun 2006 telah disepakati buntuk membentuk wadah dalam rangka mempromosikan Hak Asasi Manusia bagi orang-orang mengalami kusta mendapat hak yang sama sebagai warga Negara Indonesia. Kehadiran PerMata Indonesia tidak terlepas dari dukungan TLMI ( The Leprosy Mission Internasional ) dan SMHF ( Sasakawa Memorial Health Foundation ) yang didukung sepenuhnya oleh WHO Goodwill Ambasador untuk Eliminasi Kusta. Pada pembentukan nya PerMata ( Perhimpunan Mandiri Kusta ) Indonesia hadir disetiap daerah termasuk Jawa Timur.

Dalam hal ini PerMata Indonesia mendorong setiap daerah Kota dan Kabupaten seluruh Indonesia untuk membentuk Forum Inklusi Kusta. Pembentukan Forum Inklusi Kusta Kabupaten Blitar mengadakan sosialisasi kepada para anggota nya, memberikan materi-materi akan terbentuk struktur keanggotaan.

Acara pembentukan Forum Inklusi Kusta dilaksanakan selama dua hari Kamis-jumat 22-23/2 di Hotel Puri Perdana, hadir dalam acara tersebut Dinkes, Disnakertrans, Dinas PMD, Dinsos, Diskop UKM dan Anggota Komisi IV DPRD Kabupten Blitrar. Jumat 23/2 dilaksanakan pengukuhan dan ikrar bagi Anggota Forum Inklusi Kusta Kabupaten Blitar. Forum Inklusi Kusta Kabupaten Blitar  bertujuan mengalang kepedulian secara inklusif untuk mencapai tatanan masyarakat inklusi yaitu terpenuhinya hak-hak dan kesempatan berperan aktif dalam pembangunan bagi seluruh masyarakat tak terkecuali termasuk penyandang disabilitas.

Dengan terbentuknya Forum Inklusi Kusta Kabupaten Blitar kedepannya bagi penderita kusta tidak adanya lagi Stigma dan Diskriminasi baik dari pendidikan,layanan umum maupun lingkungan.  Semua ini akan disosialisasikan kepada masyarakat agar penderita kusta yang sudah sembuh dapat beraktifitas kembali dan bekerja ditempat umum lagi. Mereka ingin di samakan seperti orang-orang yang pada umumnya. Dari ini semua akan langsung diserahkan ataupun disampaikan kepada Bupati Blitar agar dapat diperdakan. Disini juga pihak anngota DPRD Komisi IV memberikan kesempatan bagi Forum Inklusi Kusta Kabupaten Blitar bilaman ingin mengadakan hearing dengan anggota DPRD Kabupaten Blitar,” menurut Krisna Yekti Kepala Bidang P2P ( Pencegahan Pemberantasan Penyakit ) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.

Krisna berharap dengan terbentuknya Forum Inklusi Kusta Kabupaten Blitar penderita kusta akan lebih lelusa didalam menjalani kehidupan ditengah-tengah masyarakat tanpa membandingkan satu dengan yang lain,”ungkapnya.

Saat ditemui Sekretaris PerMaTa Indonesia Suharsono mengatakan dengan terbentuk Forum Inklusi Kusta di Kabupaten Blitar agar OPD yang ada Pemkab ikut andil dalam isu-isu terkait penyakit kusta. Disini mengharap Dinas Kesehatan memberikan sosialisasi tentang penyakit kusta kepada masyarakat . Untuk kedepannya tidak adanya cacat pada penyakit,semua ini seluruh steakholder agar ikut andil memberikan informasi yang benar. Begitu juga bagi dinas yang lain agar memberikan informasi agar tidak adanya Diskriminasi kepada penderita kusta yang sudah sembuh dapat kembali ke masyarakat dengan baik.Terkait semua ini agar oihak OPD yang ada didaerah memberikan pelatihan-pelatihan,ketrampilan ataupun cara berwirausaha yang dapat meningkatkan sumber daya masyarakat penderita kusta. Disini  Forum Inklusi Kusta butuh peran serta Dinas terkait memberikan pengawalan dari Pemkab Blitar agar segera diterbitkan SK Bupati maupun Perbup ( Peraturan Bupati ) kedepannya. Dengan semua ini orang-orang yang sembuh dari penyakit kusta dapat dirangkul dalam pembangunan daerah nya itu sendiri,”jelasnya.

Lanjut Suharsono untuk anggota cabang PerMaTa Indonesia yang ada di Jawa Timur dapat bangkit dan jangan larut dalam kesedihan. Disini PerMata Indonesia memberikan motifvasi kepada rekan-rekan penderita kusta agar berpikir maju dan memberikan masuk-masukan maupun meningkatkan kualitas hidup bagi anggota PerMaTa Indonesia melalui beberapa kegiatan ekonomi. Untuk wilayah Jawa Timur ada 10 cabang yang tersebar yaitu Ngawi, Kediri, Blitar, Mojokerto, Surabaya, Jember, Madura, Lamongan, Pasuruan dan Gresik. Untuk cabang Blitar jangan sampai disini tetap mengawal Forum Inklusi Kusta ini, hal ini untuk mengangkat harkat dan martabat penderita kusta,”ungkapnya. ( fm )

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda