Tanah Diklaim PT. KAI, Warga Wonokusumo Dan DPRD Surabaya Kawal Sertifikasi Tanah

Surabaya, BeritaTKP.Com – Warga yang selama puluhan tahun menempati rumahnya di Wonokusumo Resah dengan klaim dari PT KAI terhadap tempat tinggal mereka saat ini, hingga kini DPRD Surabaya turun tangan dan berjanji akan mengawal proses sertifikasi tanah warga Wonokusumo, Kecamatan Semampir yang diklaim menjadi milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dalam aksi ini turut hadir juga perwakilan dari BPN 2 Surabaya, yakni Kasubsi Penetapan Hak Sukamto dan Asisten Manager Penjagaan Aset PT KAI DAOP 8 Trimo Nur Prihatin.

Dalam hal ini mendengar dan melihat kondisi di kawasan  enam RW  Kelurahan Wonokusumo yang diklaim menjadi milik PT KAI, Ketua DPRD Surabaya Armuji didampingi Ketua Komisi A Herlina Harsono Njoto bersama anggota Komisi A datang ke lokasi, Kedatangan wakil rakyat tersebut disambut oleh ratusan warga yang sudah menunggu di depan rumahnya masing-masing.

Armuji dan anggota DPRD lainnya berjalan kaki Bersama warga Wonokusomo hingga satu kilometer untuk melihat kawasan Wonokusumo didampingi warga sekitar. “Kami hanya ingin tinggal di rumah kami saat ini. Tanah ini milik warga,” teriak warga yang menyambut gembira kedatangan wakil rakyat mereka.

Armuji menegaskan, pihaknya akan mendampingi proses sertifikasi milik warga Wonokusomo. Apalagi klaim dari PT KAI bahwa lahan di enam RW menjadi milik PT KAI juga belum jelas dasar buktinya. “Jangan khawatir, akan kita bantu untuk kawal nasib semua warga,” kata Armuji yang disambut tepuk tangan warga Wonokusumo. , bukti peta bidang atau ground cart yang menjadi patokan PT KAI dinilai tidak kuat sebagai bukti kepemilikan tanah. Selama puluhan tahun warga sudah menempati tanah tersebut dan tidak ada masalah. “Kini saat mau disertifikatkan malah terganjal klaim dari PT KAI,” ucapnya.

Sementara itu Salah satu koordinator Forum Komunikasi Masyarakat Wonokusumo Agus Sumardi mengatakan, dari 16 RW di Wonokusumo, sebanyak enam RW terdampak masalah sertifikasi karena klaim dari PT KAI. Dari 2.329 bidang rumah, jumlah yang sudah tersertikat sebanyak 297 bidang. Sedangkan, ada seumlah bidang yang sudah diukur oleh BPN 2, namun berhenti karena ada klaim dari PT KAI. “Kami resah dan minta keadilan,” katanya. Padahal, jarak antara perlintasan kereta api dengan kawasan Wonokusumo sekitar enam kilometer.

Hal tersebut tentu tidak menjadi alasan jika PT KAI mengkalim tanah di Wonokusumo. Warga berharap dengan kedatangan wakil rakyat bisa memberikan angin segar bagi warga Wonokusumo. “Kami ingin didampingi agar bisa memiliki sertifikat untuk tinggal hingga anak cucu kami,” terangnya.

Secara terpisah Kasubsi Penetapan Hak BPN 2 Surabaya Sukamto mengatakan, sebenarnya BPN 2 sudah pernah melakukan pengukuran di kawasan Wonokusumo. Namun, karena ada ground cart dari PT KAI maka BPN masih akan berkoordinasi lagi terkait klaim tersebut. “Kita akan komunikasikan lagi untuk mencari jalan keluar terbaik,” ujarnya. @wahyu

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda