Pertamina Serahkan Proses Hukum Kasus Pertalite Dijual Pertamax

Surabaya, BeritaTKP.Com – Kepolisian daerah Jawa Timur yang menangkap oknum pengawas SPBU dan sopir truk tangki, Pertamina menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian untuk menindak tersangka sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

Sekadar diketahui, Kasubdit Tipiter Kriminal Khusus Polda Jatim AKBP Rofiq menceritakan  modus keduanya dalam melakukan aksi. Tersangka IH selaku asisten supervisor SPBU membeli BBM jenis bio solar ke tersangka EP kemudian memasukkan dan mencampur BBM bio solar tersebut ke dalam tandon penimbunan BBM jenis Dexlite.

“Dalam pemeriksaan modus operandi tersebut sudah berjalan tiga tahun dan dilakukan tiga pengawas lainnya dengan total BBM 1,8 ton per hari,” ujar Rofiq.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyatakan modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan menjual BBM tidak sesuai peruntukannya yakni bio solar yang harganya Rp 5100 dijual Dexlite yang harganya Rp 7500 dan Premium/pertalite harganya Rp 6500 dijual pertamax dengan harga Rp 8600.

“Jadi masyarakat yang sangat dirugikan karena membeli barang namun tidak sesuai dengan apa yang didapat ,” ujar Barung, Selasa (27/2/2018).

Kegiatan curang ini sudah dilakukan tersangka dalam waktu tiga tahun ini. Dan kedua tersangka mendapat keuntungan Rp 18 juta per bulan untuk tersangka Indra sedangkan Edy mendapat keuntungan Rp 500 ribu per sekali ngantar.
Lebih lanjut dia mengatakan, sejauh ini pihaknya baru bisa membuktikan untuk yang perseorangan, untuk yang koorperasi pihaknya masih terus mengembangkan.”Kita terus mengembangkan kasus ini, sesuai atensi pak Kapolda bahwa kasus ino harus diungkap sampai tuntas,” ujarnya.

Menurut informasi yang diterima, kedua tersangka melakukan tindak kejahatan sebagaimana tertera dalam berita acara kepolisian. Pertamina memandang bahwa tindakan kepolisian dalam mengungkap perilaku tersangka merupakan sebuah langkah yang positif.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Rifky Rakhman Yusuf mengatakan bahwa Pertamina berterima kasih kepada pengusaha SPBU yang aktif melaporkan adanya perilaku kriminal oknumnya. Tidak lupa dalam hal ini juga, Pertamina juga menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian atas upaya penindakan kasus tersebut. “Apresiasi tinggi kami sampaikan kepada Polda Jatim atas penangkapan oknum tersebut, karena tindakan oknum tersebut tentu tidak hanya merugikan nama baik Pertamina namun juga merugikan para konsumen.” ujar Rifky.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Rifky Rakhman Yusuf juga mengujarkan Pertamina senantiasa berkomitmen untuk menyalurkan bahan bakar berkualitas kepada konsumen serta memberikan pelayanan terbaik baik para pelanggannya dengan menjunjung tinggi nilai nilai good corporate governance (GCG). @red