Guru Ngaji Alumni 212 Diamankan Polisi Setelah Unggah Status Ujaran Kebencian

0
88

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – Tata krama bukan hanya di terapkan di kehidunan nyata, melainkan juga di terapkan di dunia maya atau sosial media pengguna sosial media tanpa di dasari pengetahuan dan tata krama dalam bersosial media memang sangat merawankan, bukan hanya akan menjadi korban bullying ketika ada yang salah mereka juga akan merasakan pengapnya sel tahanan apabila ada satu pihak yang tidak terima atas apa yang di perbuat oleh pengguna sosial media yang tanpa di dasari tata krama bersosial media.

Seperti ulah Emir Rianto (56), warga RT 01 RW 09 Perumahan Deltasari Indah M-12 Desa Kureksari Kecamatan Waru yang diringkus Satreskrim Polresta Sidoarjo, Rabu 28/2/2018 lantaran Menyebar ulang postingan Facebook The Family MCA (Muslim Cyber Army) terkait ujaran yang mengandung unsur kebencian dan SARA.

Di akunnya itu, Emir mengunggah status dengan foto Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dengan tulisan, “SAYA MEWAKILI KELUARGA BESAR MABES POLRI MEMOHON MAAF KEPADA SELURUH UMAT ISLAM INDONESIA ATAS KEJADIAN PENGINJAKAN KITAB SUCI AL-QURAN YANG DILAKUKAN KESATUAN DENSUS 88 DAN SIPIR MAKO BRIMOB DEPOK (KAPOLRI Ir. Jend. Tito Karnavian). Dan dibawa foto unggahan FB Emir itu, dituliskan dalam kolom status “MEMANCING DI AIR YANG KERUH… TIDAK JAUH BEDA DENGAN PENGHINA PENGHINA AL-QURAN…”HUKUMAN YANG PANTAS ADALAH PENGGAL LEHERNYA MESKI DIA SEORANG MUSLIM!!!…”

Selain itu ER juga mengunggah status dengan sebuah gambar logo BANSER (Ansor), yang mana ditambahkan kalimat “SETUJUKAH ANDA JIKA ORMAS YANG GIAT JAGAIN GEREJA, GIAT BUBARKAN PENGAJIAN DAN GEMAR DANGDUTAN DIBUBARKAN?”. Dan Ada juga unggahan status berunsur sama diunggah oleh yang bersangkutan. Unggahan status yang diduga belum diketahui kebenarannya itu dapat menimbulkan rasa kebencian terhadap individu dan kelompok SARA.

Dalam hal ini Kombes Pol Himawan Bayu Aji selaku Kapolresta Sidoarjo menjelaskan bahwa status yang diunggah oleh Emir ini mengcopy paste dari akun-akun facebook yang selama ini meresahkan dan baru saja ada yang diungkap oleh Mabes Polri. “Jadi dia mengunggah status dari akun-akun Facebook MCA dan lainnya. Di kolom komentar juga mendapat tanggapan dari teman facebooknya dan juga like yang jumlahnya banyak sekali,” katanya.

Ia juga mengatakan untuk permintaan maaf, bisa makluminya, namun untuk proses hukum yang mengandung unsur pidana tetap akan ditegakkan. “Dalam kasus ini, yang bersangkutan akan dikenakan Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU nomor 19 tahun 2016 tentang perhbahan UU momor 11 tahun 2008 tentang ITE,” ungkap mantan Kapolres Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah tersebut.

Sementara itu Emir Rianto juga membacakan pernyataan minta maaf atas kekhilafan yang dilakukannya, terutama kepada Kapolri dan masyarakat lainnya yang resah atas unggahan status di akun facebook pribadinya Di depan Kapolresta Sidoarjo, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo dan lainnya”Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Pak Kapolri dan masyarakat luas secara keseluruan. Saya akui ini khilaf saya,” ucap Emir usai membacakan surat permohonan maaf di depan Kombespol Himawan Bayu Aji dan Kompol Muhammad Harris.

Ditanya soal aktifitasnya, Emir mengaku seorang guru ngaji. Para murid yang diasuh, selain kalangan pelajar, juga kelompok janda-janda yang mendalami ilmu agama. Soal tujuan postingan  tersebut, Emir mengaku ingin menegakkan dan membela agama islam. “Saya hanya ingin membela Islam,” tutur pria yang mengaku aktif ikut kegiatan 212 dan lainnya di Monas Jakarta itu. @red