Mucikari Penjual ABG 17 Tahun Dihukum 2,8 Tahun

Surabaya, BeritaTkp.Com – Miftakhul Jannah alias Ramitha, mucikari anak di bawah umur di dakwah bersalah sesuai Pasal 88 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dalam Majelis hakim yang diketuai FX Hanung Dwi saat membacakan amar putusanya.

“Mengadili, menyatakan terdakwa bersalah menjual anak di bawah umur. Menjatuhkan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara kepada terdakwa Miftakhul Jannah alias Ramitha,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui dalam kasus ini, Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap sindikat perdagangan anak di Surabaya di Hotel Narita Surabaya pada September 2017. Seorang mucikari bernama Miftakhul Jannah alias Ramitha ditangkap saat kedapatan memperdagangkan anak di bawah umur.

Jannah yang bertindak sebagai mucikari diamankan saat menjajakan korban yang berinisial PS kepada lelaki hidung belang. Modusnya, Jannah menawarkan PS yang masih berusia 17 tahun via aplikasi WhatsApp.Untuk sekali boking, Jannah yang juga akrab disapa Bebe tersebut mematok harga Rp 1,2 juta sekali kencan. Dari nilai itu, Jannah mendapat bagian Rp 200 ribu. Kepada polisi, Jannah mengaku merekrut anak di bawah umur untuk dijadikan PSK dari tempat hiburan malam.

Usai ditangkap, polisi menjerat Jannah dengan pasal berlapis yakni, pasal 88 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan pasal 2 UU 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO).

Tak haanya hukuman badan yang diberikan terhadap terdakwa juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 5 juta, subsider 1 bulan kurungan, dimana di jelaskan oleh hakim bahwa Jika tidak tidak membayar denda, maka terdakwa wajib menjalani hukuman penjara 1 bulan sebagai pengganti.

Dalam hal ini Vonis yang dijatuhkan hakim Hanung ini lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Farida Hariani. Pada sidang sebelumnya, jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim ini menuntut terdakwa dengan hukuman 2 tahun penjara. @red