Polisi Berhasil Tangkap Dan Amankan Sabu Rp 6,6 M Dari Cina di Jembatan Suramadu

0
171

Surabaya, BeritaTKP.Com – Tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim menangkap  seorang kurir  yang hendak mengedarkan 5,5 kilogram sabu-sabu (SS) di kawasan Jatim, dalam hal ini Modusnya, SS senilai Rp 6,6 miliar tersebut dimasukkan dalam bungkus susu bubuk. Upaya penyelundupan SS tersebut berhasil digagalkan pada Selasa (6/3) dinihari.

Dalam hal ini proses penangkapan tersebut dibantu dengan tim dari Lantamal V. Sebab tersangka tersebut diketahui menempuh jalur laut dan naik KM Doloronda dari Kepulauan Riau ke Pelabuhan Tanjung Perak dan dari penangkapan tersebut, anggota mengamankan  barang bukti berupa 5 paket besar dan 2 paket kecil SS. Narkoba dimasukkan ke dalam bungkus susu bubuk warna coklat silver. SS dengan berat sekitar 5,5 kilogram tersebut disembunyikan Nandi di tas ransel.

“Ketika ia turun ke Pelabuhan Tanjung Perak, kami sudah membuntutinya selain itu Penyelundupan Sabu dalam bungkus susu tersebut bukanlah modus baru. Sehingga kami tak kesulitan mengidentifikasinya,” ujar Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso.

Sementara itu Nandi ditanya terkait kepemilikan SS tersebut, ia mengakuinya. Hanya  saja ia mencoba kabur saat hendak diborgol. Tak ingin buronannya lolos, anggota memberikan tindakan tegas dengan melumpuhkan kaki Nandi dan membuatnya tersungkur.

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra menambahkan setelah dilakukan pemeriksaan, SS tersebut dipasok dari China, kemudian dikirimkan ke kabupaten Bintan, Kepulauan Riau lalu oleh tersangka hendak dibawa ke Sampang, Madura.  “Semua proses pengiriman dilakukan dengan jalur laut, kecuali saat hendak mengantarkannya ke Madura,” ujar AKBP Wisnu.

Ia juga mengungkapkan SS yang dibawa tersangka memiliki kualitas super. Dengan kualitas tersebut, harganya juga cukup mahal. Jika ditaksir, 5,5 kilogram SS yang dibawa Nandi setara dengan Rp 6,6 miliar. “Biasanya memang SS dengan kualitas bagus dipasok dari Malaysia dan China,” terangnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, Wisnu mengatakan jika Nandi mengaku baru sekali menjadi kurir. Dia nekat mengantarkan narkoba tersebut lantaran iming-iming uang Rp 30 juta dari seorang bandar. Uang tersebut akan diterima jika ia berhasil mengantarkan SS tersebut ke Madura dengan selamat. “Hanya saja kami tak percaya begitu saja. Kami masih melakukan penyelidikan, sebab kami mendapati tersangka juga sudah sering melakukan transaksi,” pungkasnya. @red