Warga Ramai-ramai Lapor Kejari Lamongan Laporkan Pungli

Lamongan, BeritaTKP.Com – Merasa resah dengan adanya pungli Warga di Lamongan berbondong bondong menuju ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat bertujuan melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) yang menimpa Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi atas Dugaan pungli terkait Program Agraria Nasional (Prona) di desanya.

Dalam hal ini warga Sukolilo, Masduki, setelah bertemu pihak Kejari Lamongan mengungkapkan “Kami sudah melaporkan dugaan ini beberapa waktu lalu dan hari ini kami melengkapi barang bukti yang kita miliki,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan pemohon prona di Desa Sukolilo diduga ditarik biaya sebesar Rp 1 juta setiap bidangnya. Padahal, aku Masduki, bagi warga yang kurang mampu, uang senilai Rp 1 juta tersebut sangat besar, Beberapa waktu lalu sebelum melapor ke Kejari Lamongan, lanjut Masduki, warga juga sudah menanyakan uang Rp 1 juta dari masing-masing pemohon ini dalam forum rapat desa.

Dalam rapat desa ini, aku Masduki, diperoleh rincian biaya sebesar Rp 1 juta ini di antaranya untuk penyediaan alat tulis kantor dan foto copy sebesar Rp 50 ribu, “Yang paling aneh adalah adanya rincian pengeluaran untuk wartawan,” ungkap Masduki.

Sementara itu Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lamongan, Hary Purwanto kepada wartawan mengatakan, laporkan dari warga tersebut sudah diterima dan akan ditindaklanjut. “Ya laporan sudah kita terima, mereka juga melampirkan barang bukti yang dimiliki,” tandas Hary.Kepala Desa Sukolilo, M. Lasmiran menjelaskan, sertifikat yang diurus melalui Prona sudah selesai dan sudah diberikan kepada masing-masing pemohon. “Terkait adanya laporan ke kejaksaan, saya tidak tahu. Tapi yang jelas sertifikatnya sudah selesai dan sudah diterimakan ke pemohon,” tegas M Lasmiran kepada wartawan.  @red