Pemerintah Kurang Serius Rawat Pantai Lovina

Ketut Erik Susanto warga sekaligus Ketua Paguyuban Nelayan sekitar pantai Lovina

Singaraja, Berita-TKP.com – Abrasi di Pulau Bali dengan istilah lain “Pulau Dewata” makin mengkhawatirkan. Perlu tindakan cepat dari pihak pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya kerusakan keindahan alam akibat abrasi.

Realita yang tertuang, “Wilayah pesisir Buleleng sektor utara dari Pulau Bali sepanjang 30 km mengalami abrasi parah. Ada berbagai data terkait hal itu, salah satu terjadinya proses abrasi semenjak 4 tahun silam yang lalu hingga sekarang kecepatan abrasi sampai 20 meter per tahun”, ungkap warga pesisir Buleleng, Sabtu (10/03/2018).

Abrasi di Pulau Dewata sudah banyak mengikis hamparan luas pantai, Kondisi ini tentunya juga akan berdampak pada ekonomi masyarakat serta rusaknya keindahan pantai, dampak abrasi hingga sekarang didapati jarak hamparan dari bibir pantai hanya tersisa 25 meter dari rumah pemukiman penduduk.

Selain itu, posisi sektor utara kabupaten singaraja didapati pantai Lovina sebagai ikon wisata di Pulau Dewata menjadi kurang indah, bahkan banyak pengunjung wisata mancanegara turut prihatin akibat tidak adanya penindakan secara ekstra dari dinas-dinas terkait dan pihak pemerintah indonesia dalam menyikapi abrasi.

Secara terpisah, saat wartawan Berita-TKP melakukan konfirmasi pada beberapa warga dari lima kecamatan sektor utara kabupaten Singaraja dan Ketut Erik Susanto selaku ketua paguyuban nelayan pantai Lovina mengulaskan “kita sebagai penghuni rumah penduduk pesisir pantai sudah pernah mengajukan surat agar bisa terwujud berhentinya abrasi oleh tindakan pemerintah semenjak empat tahun silam pada perangkat desa, namun hingga sampai sekarang belum ada jawaban serta tanggapan secara serius dari pihak pemerintah daerah dan pemerintah provinsi Bali “, ujarnya.

Besar harapan masyarakyat pesisir pada pihak pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar mewujudkan diantaranya, adanya pemecah gelombang dan terciptanya hutan manghrove.
Animo wisatawan lokal maupun mancanegara masih berantusias untuk berkunjung di Pulau Dewata serta tidak terpengaruh dengan adanya abrasi pada pesisir pantai sektor utara kabupaten singaraja, tiap tahun justru mala menjadi meningkat besar kedatangan wisatawan lokal dan mancanegara dengan adanya banyak ikon wisata yang berskala internasional, tentunya hal itu juga meningkatkan PAD Pendapatan Anggaran Daerah, namun aspirasi kepedulian masyarakat dalam mempertahankan keindahan alam di Pulau Dewata berikut ini masih terkatung – katung menunggu kebijakan birokrasi pemerintah dalam penindakan abrasi.

Proses abrasi pun terus terjadi, Abrasi yang melanda pesisir pantai utara kabupaten Singaraja juga penyebab timbulnya rasa panik masyarakat setempat serta mengganggu ketenangan penduduk pemukiman pesisir pantai, namun pihak pemerintah belum bisa mewujudkan masyarakat aman dan tenteram,

Apakah dibalik semua ini, “banyak beberapa contoh program sukses dan desain kontruksi penahan abrasi di provinsi luar pulau Bali yang bisa dijadikan referensi, ataukah diperlukan Sharing Resources antar Pemda dan Pemerintah Pusat”, imbuhnya beberapa warga.@Amruly