Cabuli 4 Santriwati, Guru Agama Dipolisikan

Gresik, BeritaTKP.Com – Menjadi seorang ustad atau notabenenya adalah guru ngaji seharusnya menjadi panutan murid muridnya, namun kali ini tidak, apa yang dilakukan oleh Guru agama Husnus Nadhif (31) warga Desa Bangeran, Kecamatan Dukun tersebut sangat amat tidak patut di contoh bahklan bisa dibilang prilakunya merupakan prilaku yang bejat.

Bagaimana tidak, ia telah mencabuli 4 santrinya, Januari lalu, bapak dua anak itu mengaku tega berbuat cabul karena tidak kuat menahan nafsu. Itu terjadi ketika dia secara tidak sengaja melihat betis salahsatu korban, yak tak lain muridnya sendiri.

Untuk melampiaskan nafsunya, pelaku yakni masuk ke kamar santriwati pada malam hari. Di dalam kamar, pelaku membekap mulut para korban sembari berbisik ojok ngomong sopo-sopo (jangan bilang siapa-siapa). Selanjutnya, pelaku meremas dada santriwatinya serta mengeluarkan kelaminnya untuk digesek-gesekkan, pelaku juga berdalih kepada para korbanya bahwa hal ini ia lakukan agar ilmu yang ia ajarkan lebih mudah diserap.

Hingga akhirnya para santriwatinya tersebut melapor, Dalam laporannya, ada 4 santri yang menjadi korban kejahatan seksual. Mereka adalah NF, 14, NA, 15, DZ, 14 dan FN, 14. Keempat santriwati tersebut menimpa ilmu di pondok pesantren dimana pelaku mengajar. Dari keempat korban, ada satu santriwati yang telah dia setubuhi.

Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Gresik, Iptu Suparmin menjelaskan, aksi itu terbongkar setelah salah satu orang tua yang korban lapor pada Januari lalu. “Begitu mendapat laporan kami bergerak. Namun pelaku mempunyai banyak kerabat sehingga terus berpindah-pindah,” katanya.

Bahkan, selama pelarian pelaku sempat menjadi guru ngaji di salah satu lembaga pendidikan agama di Bangkalan, Madura. Pelarian pelaku akhirnya terhenti setelah polisi berhasil mendapatkan informasi bahwa sang guru ngaji sedang memberikan khutbah shalat Jumat di salah satu masjid Driyorejo.

Semetara itu dihadapan polisi pelaku mengungkapkan penyesalanya, “Saya tidak pernah mengancam mereka. Cuma bilang, ini agar ilmu yang saya ajarkan lebih mudah diserap, Saya minta maaf pak, saya khilaf, Saya menyesal telah melakukan aksi ini. Tolong sampaikan permohonan maaf saya kepada keluarga korban,”  ujar Husnus Nadhif sambil tertunduk.

Dan kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini harus mendekam di tahanan Polres Gresik dan diancam dengan pasal 81 dan pasal 82 UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. @red