Polisi Kembali Tangkap Pelaku Order Fiktif Taksi Online

Surabaya, BeritaTKP.Com – Setelah tertangkapnya mahasiswa yang melakukan order fiktif taksi online kini Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur (Jatim) kembali menangkap lima pelaku komplotan order fiktif taksi online.

Kelima pelaku yang diamankan polisi adalah Daniel Christian Tong (35) warga Jalan Kapasari Gang Gembong Kinco nomor 1, RT 3 RW 4, Kapasari, Genteng, Modi Gautama Halim  (29), warga perumahan Komplek San Diego Blok M2 nomor 16 Pakuwon City RT 8 RW 6, Kalisari, Mulyorejo, Kong Dhimas Setyo Kurniawan (26) warga Jalan Sutorejo Tengah IV/7, Serta, Juan Suseno (33) warga Jalan Jagalan 1/392 RT 8 RW 3, Semarang, dan Maria Hanavie, (35),  warga yang tinggal di Dukuh Gogol, Jalan Menganti 3 RT 5 RW 2, Jajar Tunggal, Wiyung Surabaya.

komplotan order fiktif ini nekat melakukan aksinya untuk memenuhi target dan mendapatkan intensif bonus dari perusahaan taxi online tempat mereka bekerja, Mereka melakukan aksinya untuk mengejar bonus dari pihak perusahaan.

Kasus ini terbongkar berawal dari laporan masyarakat dan Saat mendapat laporan, pihak kepolisian berkoordinasi dengan perusahaan. Dari sana perusahaan mendukung polisi untuk  mengungkap kasus tersebut.Saat dilakukan pengintaian dan pengejaran terhadap para pelaku ternyata benar. Mereka telah melakukan manipulasi data order di Komplek Puri Asri Kelurahan Kalisari, Mulyorejo.

Dan pada Senin (5/3) sekitar pukul 17.00 WIB ketiga pelaku yang terdiri dari Daniel, Mody dan Suseno lantas ditangkap polisi dan dari penangkapan ketiganya kemudian dikembangkan lagi dan berhasil membekuk dua tersangka di tempat berbeda.

Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin menjelaskan bahwa Mereka satu komplotan order fiktif, dengan berbagai peran untuk keempat tersangka laki-laki merupakan juga sopir taxi online jenis Grab. Sementara salah seorang tersangka wanita berperan sebagai bendahara komplotan.

Sementara itu modus yang digunakan, kata Arman, para tersangka membuat akun lebih dari satu. Lalu, mereka membeli Handphone (HP) dalam jumlah banyak yang digunakan seolah-olah sebagai HP penumpang yang akan digunakan untuk order taxi online. Total ada 120 handphone yang dipakai komplotan ini. Pada hal order tersebut berasal dari mereka sendiri dan Mereka menggunakan 16 HP perorang untuk order fiktif setiap harinya.

Dalam hal ini selain melakukan manipulasi order fiktif pelaku juga melakukan manipulasi terhadap akun itu sendiri dan Perusahaan Grab pun memberikan 10 kali berturut-turut bonus sebesar Rp 120 ribu apabila ia mengambil penumpang Dan pelaku mengambil kuantitas 20 kali sehingga mendapat bonus Rp 240 ribu kadang sampai Rp 400 ribu perhari.@wahyu