Pelaku Penggelapan Semen Bosowa Dituntut 3 Tahun Penjara

0
136

Surabaya, BeritaTKP.Com – Kasus penggelapan pembayaran semen merk Bosawa milik PT. Trinisyah Gemilang Perkasa (TGP) mulai memasuki langkah hukuman terhadap tersangka, dan Jaksa Penutut Umum (JPU) Harry Basuki mengajukan tuntutan selama tiga tahu pada Cindro Pujiono Po karena dianggap terbukti melakukan penggelapan pembayaran semen merk Bosawa.

diketahui, dalam surat dakwaan yang disusun dan ditandatangani jaksa Muhammad Usman dan Rakhmad Hary Basuki dijelaskan, terdakwa Cindro Pujiono Po ini didakwa melanggar pasal 372 KUHP. Perbuatan terdakwa Cindro Pujiono Po ini terjadi Maret 2014 sampai Februari 2015.

Lebih lanjut dalam surat dakwaan itu dijelaskan, terdakwa memiliki usaha toko Juwita yang beralamat di jalan Hasyim Asyari no. 49, Kabupaten Jombang, bergerak di bidang penjualan dan pembelian bahan bangunan. Sekitar awal Oktober 2013 atau Nopember 2013, Edy Purnomo sales  datang menemui terdakwa selaku pemilik maupun penanggung jawab Toko Juwita untuk menawarkan semen Bosowa.

Setelah mendapat tawaran dari Edy Purnomo, terdakwa menerima tawaran tersebut dan disepakati dengan sistem pembayaran tiga bulan setelah barang diterima. Pembayaran dilakukan secara tunai melalui sales PT. Trinisyah Gemilang Perkasa maupun dengan cara transfer bank melalui rekening terdakwa di BCA Kantor Cabang Jombang.

Dalam kurun waktu Maret 2014 sampai dengan bulan Februari 2015, terdakwa telah memesan semen Bosowa ke PT. TGP sebanyak 32.200 sak senilai Rp. 1,345,070,750. Atas pesanan tersebut telah dilakukan pengiriman yang dilakukan secara bertahap dan semua semen Bosowa telah diterima dengan baik di tempat tujuan. Dalam setiap pengiriman semen Bosowa, pada surat jalan yang dibawa sopir bagian pengiriman, diberikan stempel toko Juwita dan ada tanda tangan penerimanya.

Dalam tuntutan yang dibacakan di ruang Cakra PN Surabaya Kamis (15/3/2018), JPU Hary Basuki menyatakan jika terdakwa terbukti melanggar pasal 372 KUHP. Dihadapan majelis hakim yang diketuai Rochmad, JPU Harry juga menyertakan pertimbangan dalam tuntutannya dimana menurut JPU Harry sesuai fakta yang terungkap di persidangan yakni keterangan saksi bahwa terdakwa tidak pernah melakukan pembayaran pada PT TGP sebanyak 32.200 sak senilai Rp 1,345,070,750.

Selain itu menurut JPU Harry Basuki dalam tuntutannya, pengakuan terdakwa bahwa sudah melakukan pembayaran namun tidak disertai bukti, hal itu menunjukkan bahwa pembayaran tersebut tidak pernah ada. Dalam tuntutannya, JPU Hary Basuki juga menyertakan pertimbangan hal yang meberatkan yakni terdakwa berbelit-belit selama persidangan, terdakwa merugikan korban Rp 1,3 M, terdakwa berdalih telah membayar kepad sales padahal tidak pernah membayar.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa sopan dan belum pernah dihukum. ” Terdakwa secara sah terbukti secara sah melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP. Menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan sementara dengan perintah terdakwa ditahan,” ujar Hary Basuki. @red