Hamili Anak Bawah Umur, Pemuda 25 Tahun Dipolisikan

Nganjuk, BeritaTKP.Com – Seorang pemuda berinesial Fz (25) warga salah satu desa di Kecamatan Prambon, ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk hal ini dilakukan , setelah polisi mendapat laporan dari keluarga Mawar (bukan nama sebenarnya) asal Kecamatan Prambon, karena tak terima gadis yang baru berusia 17 tahun dihamili.

Dalam kasus ini pelaku ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk di rumahnya dan Sampai hari ini, Kamis (15/3) pelaku masih menjalani penyidikan.

Kasus ini berawal sewaktu kakak ipar korban, Minggu (4/3) sekitar pukul 15.00 WIB sedang berada di rumah Kecamatan Ngronggot. Tiba-tiba dia diberitahu istrinya bahwa adiknya telah hamil, Selanjutnya, keduanya berboncengan naik sepeda motor menuju rumah korban di desa sebelah. Setelah sampai, ternyata di rumah itu sudah ada perangkat desa (bayan). Kemudian dibahaslah permasalahan yang menimpa korban.

Dan saat itu juga korban ditanya, siapa yang telah menghamilinya. Oleh korban dijawab jika dia dihamili Fz. Keesokan harinya, permasalahan ini dibahas dan dimusyawarahkan secara kekeluargaan di rumah kepala desa setempat. Pertemuan itu, juga menghadirkan pihak keluarga Fz. Hasil musyawarah, Fz akan bertanggungjawab atas kehamilan korban.

Saat itu, Fz dan keluarganya berjanji akan datang ke rumah korban pada Senin (5/3), namun ditunggu sampai Rabu (7/3) keluarga Fz tak kunjung datang, dan tidak ada kejelasan. Geram atas sikap Fz dan keluarganya yang mengingkari kesepakatan, akhirnya kasus ini dibawa ke Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Yogi Ardi Kristanto membenarkan telah menerima laporan itu. Setelah meminta keterangan sejumlah saksi dan dilakukan visum terhadap korban, Petugas langsung gerak cepat mencari keberadaan pelaku. “Pelaku sudah kita amankan di mapolres. Sampai saat ini masih dalam penyidikan,” ujarnya.

Sesuai keterangan dari korban, korban disetubuhi dua kali di tempat yang sama, yakni kamar sewaan eks lokalisasi Kandangan Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom, Pertama korban disetubuhi pada bulan Agustus 2017, dan yang kedua pada bulan Januari 2018. Saat ini korban hamil dua bulan. @haryono