Atasi Banjir, Pemerintah Kota Surabaya Tambah 7 Bozem

0
80

Surabaya, BeritaTKP.Com – Pada musim hujan permasalahan utama yang sering terjadi adalah banjir, dalam hal ini pemerintah ota surabaya memperhatikan kotanya agar masalah banjir bisa diatasi upaya dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengatasi banjir, mulai dari normalisasi saluran, pemasangan box culvert dan kali ini pemerintah kota surabaya membuat bozem (danau buatan).

Untuk menampung air hujan di kawasan Surabaya Barat, pada tahun ini pemkot membuat 7 bozem yang terletak di Kebraon, Telogo Tanjung Bangkingan, Waduk Banpur Karangpilang, Simo Hilir, Lempung Perdana, Manukan Tirto, dan Yono Suwono.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati menyebutkan bahwa bozem yang paling besar yang akan di buat oleh pemkot yakni di Telogo Tanjung Bangkingan dan yang pasti, tujuh bozem yang dibangun itu bisa menampung air saat hujan deras.

Ia memastikan bahwa pembangunan bozem di berbagai titik di Kota Surabaya ini adalah untuk mengantisipasi terjadinya efek pemanasan global yang sudah mulai dirasakan di berbagai belahan dunia, mulai dari banjir hingga bencana kekeringan.”Makanya, Bu Wali juga selalu meminta supaya di kawasan bozem dibuat lebih hijau sehingga dapat terhindar dari kesan gersang dan panas,” ujar Erna.

Dalam hal ini dijelaskan pembangunan tujuh bozem itu dilakukan secara swakelola. Artinya, tidak dilelangkan seperti biasanya. Sebab, ia menilai apabila dilelang seperti biasanya akan memakan waktu panjang dan biayanya juga lumayan besar, ia juga mengatakan dengan cara ini proses pengerjaan bozem itu pun bisa dipercepat. Bahkan ia memperkirakan proses pengerjaannya hanya membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga bulan.

Hingga saat ini, Pemkot Surabaya telah membangun 37 bozem. Luasnya mencapai lebih dari 1,2 juta meter persegi. Adapun bozem yang paling luas dan terbesar adalah Bozem Morokrembangan dengan luas 800 ribu meter persegi. Sedangkan bozem terluas ada di Bozem Kedurus yang luasnya mencapai 143 ribu meter persegi dan terluas ketiga Bozem Wonorejo seluas 120 ribu meter persegi.

Sementara itu lokasi-lokasi yang dipilih untuk membangun bozem itu pun bermacam-macam. Ada lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemkot Surabaya, seperti lahan yang ada di Bundaran PTC yang sudah dibebaskan sejak tahun lalu dan ada pula di perumahan, dan di lahan yang di bebaskan itulah lokasi tersebut dijadikan bozem.

Tak hanya itu, pemerintah kota surabaya juga membangun bozem di atas lahan milik militer, seperti Waduk Banpur yang lokasinya berada di area marinir. Oleh karena itu, waduk tersebut diberi nama Waduk Banpur yang merupakan singkatan dari Bantuan Tempur, erna menjelaskan bahwa pembangunan bozem di lahan milik militer tidak apa apa selama pihak militer  memberikan izin.

Sementara itu soal respon masyarakat terhadap pembangunan atau pengadaan bozem ini, Erna menjelaskan bahwa saat ini masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya bozem untuk menampung air pada saat hujan deras. Untuk itu semakin banyak warga yang mengusulkan dan meminta supaya di daerahnya juga dibangun bozem. “Kalau sekarang sudah banyak yang sadar fungsi bozem. Malah sekarang ada warga yang meminta untuk dibuatkan jembatan dan gazebo di tengah-tengah bozem itu, sehingga bisa dijadikan tempat untuk memancing,” pungkas Erna. @red