Akhirnya Polisi Ciduk Pria Pemalak Taksi Online

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – Seperti yang diberitakan sebelumnya, video pemalakan yang viral, polisi memeriksa sejumlah saksi termasuk korban dan anggota polisi yang namanya dicatut oleh pelaku. Hasilnya, pelaku terbukti memeras satu slop rokok terhadap sopir dan penumpang taksi online.Sementara terkait anggota yang namanya disebut, propam Polresta Sidoarjo langsung melakukan pemeriksaan dan terbukti anggotanya tidak terlibat.

Menurut keterangan, Kapolresta, anggota ini kenal dengan pelaku karena dia sempat ditugaskan di kawasan itu. Namanya dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan pemerasan.Untuk pelaku yang belum tertangkap (DPO) Kapolresta Sidoarjo memerintahkan anggota untuk segera menyelidiki keberadaannya.

Dan dari kasus ini Satu dari dua pelaku pemalakan yang direkam korban saat di depan minimarket di Bungurasih, Sidoarjo diamankan polisi, Jumat (23/3/2018) yakni Aris Yulianto (38), warga Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo menjadi tersangka dalam kasus yang menyebut nama salah satu anggota Polresta Sidoarjo itu. Sedangkan, satu orang lagi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial Za (40), warga yang tinggal di Bungurasih.

Aris diamankan karena ulah pemalakan terhadap sopir dan penumpang taksi online dan direkam oleh korban. Video itupun diunggah korban pada salah satu group facebook hingga viral karena mendapatkan berbagai respon.

Setelah di tangkap dan diamankan polisi melakukan perss release dimana dihadapan wartawan Aris Yulianto meminta maaf atas perbuatan yang sudah dilakukan dengan rekannya itu. Dirinya mengaku menyesal dan tidak akan mengulanginya. “Saya minta maaf kepada pak Kapolresta dan semua anggota Polresta Sidoarjo karena telah menyebut nama anggota polresta. Saya juga minta maaf kepada Mbak Maya (korban) atas perbuatan saya,” ucap Aris Yulianto saat dirilis halaman Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo mengimbau kepada warga agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Agar apa yang dilakukan tidak menjadi multi tafsir setiap warga masyarakat yang melihatnya.“Sebaiknya lebih dipikir lagi dalam mengunggah apapun di media sosial. Biar tidak menimbulkan multi tafsir terhadap yang melihatnya,” terangnya saat dihadapan awak media.

Ia juga mengujarkan, korban juga melapor ke Polresta Sidoarjo terkait aksi pemerasan itu. Termasuk anggota Polresta Sidoarjo yang namanya dicatut oleh pelaku juga melapor dalam tuduhan pencemaran nama baik.Pada kesempatan yang sama, Maya atau FR Soraya (korban) berterima kasih atas respon cepat dari Polresta dalam menangani keluhannya.

Akibat perbuatannya, tersangka Aris akan dijerat dengan pasal berlapis. Yakni pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik. @nggit