Bambang Prakesit Diperiksa BPKP Untuk Selidiki Korupsi PD Pasar Surya

Surabaya, BeritaTKP.Com – Seperti yang diberitakan sebelumnya, mantan Plt Dirut (Direktur Utama) PD Pasar Surya, Michael Bambang Parikesit tersangka dugaan kasus korupsi dana revitalisasi peremajaan atau pembangunan PD Pasar Surya periode tahun 2015-2016 mempraperadilankan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim atas penetapan tersangka dan penahanan dirinya.

Menanggapi gugatan praperadilan yang dilakukan tersangka, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi mengaku siap menghadapi praperadilan itu. Pihaknya pun mengetahui bahwa Kejati Jatim dipraperadilankan oleh tersangka dugaan kasus korupsi yang diduga merugikan negara hingga Rp 14,8 miliar.“Atas prapid (Praperadilan) tersebut, satu kata yakni saya siap menghadapi,” kata Didik Farkhan Alisyahdi beberapa waktu lalu.

Dan kali ini Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim terus mengusut kasus dugaan korupsi dana revitalisasi pasar di PD Pasar Surya, penyidik menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kedatangan petugas BPKP untuk mengkonfrontir keterangan tersangka mantan Plt Dirut PD Pasar Surya, Michael Bambang Parikesit, Kedatangan mereka untuk meminta keterangan dari Parikesit terkait kasus dugaan korupsi senilai Rp 14,8 miliar tersebut.

Upaya konfrontir itu dibenarkan Kepala Seksi Penerangan hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung, “Mereka (petugas BPKP, Red) datang untuk mengkonfrontir keterangan dari tersangka. Nantinya keterangan tersangka akan dicocokan dengan data penyidik,” ungkap Richard.

Dalam kasus ini Richard juga menjelaskan bahwa tujuan pencocokan data tersebut salah satunya ialah untuk menghitung kerugian negara dari kasus dugaan korupsi tersebu dari hasil pemeriksaan sementara BPKP, dalam kasus ini negara dirugikan senilai Rp 6 miliar dan jumlah tersebut bisa bertambah.

Ia juga menyebutkan bahwa penyidik Pidsus Kejati Jatim tetap melakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi di tubuh PD Pasar Surya. Dalam artian gugatan praperadilan yang dilakukan tersangka tidak menghalangi proses penyidikan kasus ini dan upaya praperadilan yang dilakukan terssangka kepada Kejati Jatim, Richard mengaku hal tersebut merupakan hak dari tersangka. Ia juga menjelaskan gugatan praperadilan yang dilakukan tersangka tidak serta merta menghalangi proses penyidikan oleh penyidik. Meskipun misalnya tersangka menang dalam praperadilannya, Kejaksaan akan mengeluarkan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) kasus ini lagi. “Praperadilan itu hanya menyoal penetapan tersangka dan masa tahanan. Kalau misalnya nanti tersangka menang, masa tahanannya kembali ke nol. Tapi kami tetap mengeluarkan sprindik lagi dalam kasus ini,” pungkasnya. @red

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda