Tangkap Jambret, Driver Ojol Dapat Apresiasi Dari Polisi

Surabaya, BeritaTKP.Com – Mahardika Nugraha Hariyanto (18), driver ojek online warga Jalan Mulyorejo Tengah mendapatkan pernghargaan dari polisi dalam apel di halaman Mapolrestabes Surabaya setelah aksi heroik nya yang berhasil menggagalkan aksi penjambretan.

Saat dibopong oleh anggota polisi Mahardika masih sesekali meringis Ia masih merasakan rasa ngilu di beberapa tubuhnya, serta plester di dahinya setelah upayanya melawan penjahat jalanan. Mahardika diantar ibunya ke Mapolrestabes untuk menerima penghargaan dari Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Pemuda yang baru tiga hari bekerja di Go-Jek ini, mendapatkan penghargaan dari Kapolrestabes atas kepedulian dan keberhasilan dalam membantu tugas Polri menangkap dua pelaku penjambretan, di Jalan Dharmahusada Indah, Surabaya.

Selain itu Kapolrestabes juga memberikan penghargaan kepada dua pengemudi Go-Jek lainnya yang ikut membantu Mahardika menggagalkan penjambretan itu yakni, Dwi Agus Indarto dan Soeroso. Serta dua anggota Polsek Gubeng Aiptu Hari Kurniawan dan Bripka Edi Purwanto, “Apresiasi yang besar kepada komunitas ojek online dalam hal ini diwakili adik kita Mahardika dan teman-temannya serta anggota polisi membantu mengungkap penjambretan,” ungkap Kombes Pol Rudi Setiawan.

Ia mengujarkan aksi yang dilakukan Mahardika dan kawan-kawannya sesama pengemudi ojek online itu sangat luar biasa di zaman sekarang. Sebab di tengah kesibukannya mencari penumpang, mereka menunjukkan kepedulian terhadap kamtibmas. Menurutnya, semangat rasa kepedulian dan keberanian yang dimiliki Mahardika, perlu digelorakan dan ditularkan ke masyarakat lainnya. “Ini akan terus kami kembangkan, akan terus kami tumbuhkan, supaya semua masyarakat Kota Surabaya mempunyai kepedulian yang di zaman sekarang ini rasa kepedulian sudah mulai menipis,” ujarnya.

Dalam hal ini Mahardika juga menceritakan bahwa dirinya tidak kenal dengan Umi Farida. Wanita yang menjadi korban dua pelaku penjambretan. Saat itu dirinya hendak berangkat kerja. Namun saat melintas di Jalan Jojoran depan Gang I, dia melihat gadis berhijab itu berteriak jambret. “Begitu saya dengar, langsung saya kejar. Dia (pelaku) lewat depannya Samsat manyar lalu saya pukul pakai helm. Namun saat itu dia tak berhenti. Kemudian, di depan kantor BCA saya pukul pakai helm lagi. Namun pelaku juga tak berhenti, hingga akhirnya saya tabrak dari samping kanan sehingga terjatuh,” tutur Mahardika.

Mahardika juga mengujarkan bahwa tidak ada niatan lainnya ketika melihat dan mendengar ada perempuan teriak jambret.”Ya nolong saja nggak ada niatan yang lain. Saya nggak kenal sama sekali sama korban. Ya kebetulan lewat, nolong saja,” ujarnya.

Sementara itu Umi Farida, korban penjambretan menceritakan, dirinya saat itu sedang menerima telepon dari temannya di Jalan Jojoran. Saat mengendarai sepeda motornya, tiba-tiba dua pelaku yang mengendarai motor, memepetnya dan langsung merebut handphone-nya, “Pelakunya memepet saya dan mengambil handphone saya. Saya teriak jambret dan saat itu ada bapak Go-Jek yang membantu saya. Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Go-Jek, masyarakat dan polisi yang membantu saya,” ujarnya. @red