Seorang Istri Habisi Nyawa Suami Yang di Duga Selingkuh

Surabaya, BeritaTKP.Com – Fenomena Pelakor (Perbut Lelaki Orang) membuat wanita yang suda memiliki pasangan menjadi was was, bahkan sudah tak sedikit wanita yang memberanikan diri melabrak bahkan mempermalukan Pelakor di sosial media.

Namun kali ini beda, apa yang dilakukan wanita ini tergolong sadis lantaran ia tega membunuh suaminya sendiri karena diduga memiliki wanita idaman lain (WIL), yakni Desy Ayu Indriani (26) yang tega membunuh suaminya sendiri yakni Fendik Tri Oktasari (27) warga Jalan Kedurus Sawah Gede 1/32, Surabaya.

Dalam hal ini sebelumnya di temukan seorang peia yang meninggal dengan cara gantung diri di rumahnya namun polisi yang mengatahui mencurigai bahwa korban tidak bunuh diri, benar saja bahwa koban merupakan korban pembunuhan yang tak lain adalah istrinya sendiri.

Kapolsek Karangpilang Kompol Noerijanto mengungkapkan sebelum membunuh korban, pelaku yang tinggal serumah sempat cekcok, mencakar dan meremas mulut korban Jumat (23/3) malam sekitar pukul 22.00, Korban saat itu duduk, pelaku langsung mencakar wajah dan meremas mulut. Kemudian memukul kepala korban dua kali menggunakan palu, dan Setelah dihantam palu dua kali di bagian kepala kiri depan dan kanan belakang, korban lantas tak berdaya. Oleh pelaku kemudian mulut dan tangan korban dilakban.

Tak hanya itu untuk menghilangkan jejak pembunuhan, pelaku sempat merekayasa kematian korban seakan-akan seperti gantung diri, pelaku menggantungkan leher korban dengan tali yang diikat di usuk rumah. Namun gantung dirinya tidak sempurna.

Diungkapkan juga, motif ibu dua anak itu nekat menghabisi nyawa kekasihnya sendiri karena sakit hati korban memiliki wanita idaman lain (WIL). Dari pengakuannya kepada penyidik pelaku membunuh korban dengan sendirian. Karena sudah jengkel oleh kelakuan korban yang diduga selingkuh, Hal itu dibenarkan tersangka saat dihadirkan di Mapolsek Karangpilang. Saat disinggung kenapa tersangka nekat membunuh korban, karena sakit hati suaminya punya wanita idaman lain tersangka mengiyakan dengan menganggukkan kepala. Namun saat ditanyai lagi oleh wartawan tersangka hanya diam dan menundukkan kepala.

Selain mengamankan tersangka petugas juga berhasil mengamankan barang bukti dari tangan tersangka terdapat satu palu dengan pegangan warna hijau, satu lakban, satu tali parsih warna biru, pisau kecil, dan buku harian.

Sementara itu ibu korban, Suhartitik, warga Perum Griya Bhayangkara Perma Blok FF nomor 35, Sidoarjo mengaku masih belum puas kendati istri korban sudah ditetapkan tersangka. Karena menurut keluarga korban, tidak mungkin pelaku beraksi sendirian, “Saya minta pokoknya dihukum berat sesuai dengan perbuatannya. Dan polisi bisa mengusut sampai tuntas,” ujar Suhartitik.

Suhartitik juga menceritakan dua minggu sebelum kejadian anaknya masih terlihat sehat dan memeluk dia saat dikunjungi di rumah Kedurus. Setelah itu, seminggu kemudian saat bertemu dengan pelaku, wajah dan gerak-geriknya sudah berbeda tak seperti biasanya. Namun ibu tiga anak itu tak menduga kalau akan terjadi pembunuhan yang menyebabkan anak ketiganya itu meninggal dengan tragis, “Dia (Fendik) menikah dengan pelaku (Desy) sekitar sepuluh tahun lalu,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Beberapa waktu lalu, anaknya juga sempat cekcok dengan pelaku karena, korban mempunyai teman wanita. Saat itu sudah hampir akan terjadi perceraian. Namun karena perempuan masih sayang akhirnya tidak jadi cerai hingga dikaruniai dua anak. Anak pertamanya saat ini duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar (SD). Sementara anak keduanya berusia sekitar satu setengah tahun.

Dalam kasus ini tersangka harus meninggalkan kedua anakanya karena harus menjalani masa hukuman dimana tersangka dijerat pasal 44 ayat 3 UU RI No 32 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Ancaman hukumannya 15 tahun kurungan penjara. @lutf