Nyaru Jadi Pegawai Setneg Gadungan, Pria Asal Banyuwangi Raup Uang Hingga Rp. 3M

0
127

Surabaya, BeritaTKP.Com – Anggota Unit Resmob Polrestabes Surabaya menangkap Gandhi Pradikta (32) warga Jalan Ikan Banyar No.18 Karangrejo, Banyuwangi, hal itu dilakukan lantaran pria tersebut mengaku sebagai pegawai Sekretaris Negara (Setneg) bidang Sandi Negara bahkan ia telah melakukan penipuan dimana ia menjanjikan korbanya bisa lolos CPNS, STPDN, hingga seleksi anggota TNI.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengungkapkan bahwa dari tangan tersangka 80 orang lebih telah tertipu, penangkapan tersangka bermula dari laporan salah satu korban yang bernama HB, 20, warga Jalan Sidosermo 4 Gang 15, Kelurahan Sidosermo, Surabaya dalam hal ini Korban dijanjikan bisa masuk di seleksi penerimaan bintara TNI AL dan Saat itu korban diminta untuk mentransfer uang Rp 30 juta untuk biaya administrasi saat tes.

Lalu berangsur tersangka meminta tambahan uang lagi kepada korban hingga total kerugian yang diterima korban mencapai Rp 135 juta. Korban yang curiga lantaran tidak kunjung diterima sebagai anggota TNI, melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Hingga kemudian dari laporan tersebut polisi berhasil memburu tersangka yang bersembunyi di sebuah hotel di Jalan Sidosermo Surabaya setelah diamankan pelaku diperiksan dan di interogasi oleh petugas dan terungkap bahwa ternyata korban HB hanya satu dari 80 orang lebih yang berhasil termakan tipu muslihat tersangka, warga Surabaya ada 20 orang yang menjadi korban, sementara warga lain di Jawa Timur masih banyak.

Sementara itu menurut pengakuan tersangka, ia  mengaku belajar melakukan penipuan tersebut dari internet. Sementara untuk meyakinkan korbannya, tersangka juga memiliki ID card dan stempel khusus bertuliskan Setneg. ”Pesan ID card dan stempel dari internet,dan uangnya untuk keperluan pribadi dan foya foya,” aku Gandhi, bahakan untuk semakin meyakinkan mangsanya tersangka juga menyewa mobil mewah BMW Nopol DK 116 FS.

Atas kasus tersebut Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dibalik jeruji penjara Polrestabes Surabaya. Tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman pidana 4 tahun penjara. @yanto