PMII Nilai Penahanan Dua Cawalkot Malang Sebagai Tragedi Memilukan

Malang, BeritaTKP.Com – Dua calon wali kota  diduga menerima aliran dana suap dan memberikan janji atau hadiah atas pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun 2015. Kedua calon wali kota itu ditetapkan tersangka bersama 17 anggota DPRD Kota Malang lainnya.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Merdeka Malang Bambang Yudha mengatakan penahanan dua calon Wali Kota Malang Ya’qud Ananda Gudban dan Moch Anton oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan tragedi memilukan untuk Kota Malang. “Ini adalah tragedi demokrasi yang sangat memilukan. Ditengah kondusifitas Pilkada Jatim, yang relatif berjalan dengan baik. Seluruh tokoh politik, masyarakat, dan agama di Kota Malang harus responsif dengan keadaan ini,” ujar Bambang.

Bambang menuturkan bahwa seluruh elemen di Kota Malang harus membuat suasana di masyarakat untuk tetap kondusif dan Agar pesta demokrasi berjalan dengan lancar. Sebab, peristiwa penahanan cawalkot oleh KPK dikhawatirkan membuat gaduh akar rumput antar pendukung masing-masing paslon.

“Seluruh komponen masyarakat, harus mendukung proses hukum yang tengah dijalankan oleh KPK. Korupsi memang harus diberantas hingga ke akar-akarnya, tanpa dibatasi dengan momentum apa pun,” ucap Bambang. Bambang juga menyebut partai politik pengusung perlu melakukan evaluasi dan meyakinkan masyarakat jika kasus korupsi adalah kasus yang dilakukan oknum semata.

Dalam hal ini Insiden penahan KPK bisa berimbas kepada tingkat kepercayaan masyarakat ke partai politik.”Saya mengajak seluruh tokoh politik, masyarakat dan agama untuk duduk bersama-sama bicara serius soal keadaan ini. Dengan membentuk Majelis Penyelamatan Demokrasi Kota Malang. Agar demokrasi Malang tetap berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada didalamnya,” ujar Bambang.

Bambang juga menilai penahanan cawalkot Malang membuat masyarakat cemas dan pesimis dengan proses Pilwalkot Malang. “Hal ini penting untuk disikapi, agar masyarakat tidak berada pada ruang kecemasan yang mengarah pada rasa pesimis terhadap proses Pilkada yang sedang berlangsung dan lebih-lebih pesimis terhadap masa depan Kota Malang pasca Pilkada nanti,” pungkasnya. @cAnam

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda