Colong Dua Hp Anak Kost, Residivis Kembali Dipolisikan

0
177

Surabaya, BeritaTKP.Com – Erwin Saputra Simalango  (27), warga Jalan Manukan Kasman RT 2 RW 10 Kecamatan Tandes, Surabaya melaporkan kasus pencurian yang ia alami kepihak yang berwajib.

Dalam kasus ini korban melaporkan Beni Irfandi (27) warga Jalan Manukan Lor 2/80 Tandes, Beni dilaporkan ke pihak yang berwajib lantaran telah melakukan pencurian handphone (HP) milik Erwin, pencurian itu dilakukan tersangka Selasa (20/3) sekitar pukul 06.00. Saat itu awalnya tersangka berjalan-jalan sudah berniat untuk mencuri HP. Saat kakinya melintas di Jalan Manukan Kasman, melihat ada kamar kos sedikit terbuka.

Kamar korban terbuka sedikit. Sementara korban sedang mandi dan dua HP ditaruh di lantai kamar, Merasa situasi aman, pelaku lantas beraksi masuk ke kamar korban. Dua HP milik korban langsung digondol pelaku. Sukses mengambil HP, pelaku bergegas kabur meninggalkan lokasi.

Sementara korban yang saat itu baru balik dari kamar mandi langsung terkejut lantaran melihat HP miliknya hilang hingga korban panik, mencari dan menanyakan kepada tetangga kos, dan beruntung tetangga kos sempat memergoki dan melihat ada orang asing yang keluar dari area kos korban.

Hingga akhirnya korban melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Tandes dan setelah mendapat laporan tersebut anggota polsek Tandes langsung melakukan penangkapan sesuai ciri ciri yang disebutkan oleh para saksi, dan tak sampai 24 jam pelaku berhasil di tangkap.

Selain mengamankan tersangka petugas juga berhasil mengamankan bawang bukti dari tangan tersangka berupa satu HP merk Xiomi Note 4 dan satu tablet merek Samsung, dalam hal ini di ungkapkan bahwa pelaku merupakan residivis dalam kasus yang sama Tersangka yang pekerjaannya serabutan itu mengaku nekat mencuri karena butuh uang untuk makan dan mencukupi kehidupan sehari-hari. Rencananya, barang hasil curian tersebut akan dijual di kawasan Tandes.

Kini atas perbuatanya tersebut tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun kurungan penjara. @lutf/yanto