Hadiri Sidang Perdana, Mantan Perawat NH Disidang Tanpa Pengacara

0
130

Surabaya, BeritaTKP.Com – Zunaidi Abdilah, Mantan Perawat National Hospital akhirnya menghadiri sidang perdanyanya atas kasus pencabulan terhadap seorang pasien wanita, dalam sidang yang di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo diruang Tirta 2 membacakan dakwaan, namun tampak janggal saat terdakwah unaidi tak didampingi kuasa hukum dalam menjalani proses hukumnya.

Perlu diketahui Zunaidi Abdilah ini dilaporkan oleh Yudi Wibowo Sukinto, suami dari korban. Pria yang pernah menjadi pengacara Jessica, kasus Kopi Sianida yang menewaskan Wayan Mirna ini melapor ke Polrestabes Surabaya  setelah video pengakuan terdakwa diunggah diakun Instagram milik korban hingga viral.

Dalam sidang perdana itu, terdakwa Zunaidi Abdilah mengaku menggunakan jasa pengacara untuk mendampingi perkaranya, Namun setelah ditunggu beberapa menit, ternyata tim pembela terdakwa Zunaidi Abdilah tak kunjung hadir ke persidangan, sehingga majelis hakim yang diketuai Agus Hamzah memerimtahkan Jaksa Damang Anubowo untuk membacakan surat dakwaannya. “Kami tidak bisa menunda persidangan ini, silahkan jaksa membacakan surat dakwaannya,”ucap Hakim Agus Hamzah.

Pembacaan surat dakwaan itu hanya  berjalan 10 menit. Selanjutnya, Jaksa yang bertugas di Kejari Surabaya itu  membawa terdakwa Zunaidi Abdilah ke tahanan sementara yang terletak dibagian belakang Gedung PN Surabaya, dan sidang selanjutnya eksepsi yang diajukan terdakwa.

Dalam kasus ini terdakwa Zunaidi Abdilah didakwa dengan dakwaan tunggal, yakni melanggar pasal 290 ayat 1 KUHP, dengan ancaman paling lama 7 tahun penjara.

Sebelumnya, terdakwa Zunaidi Abdilah sempat mengajukan gugatan pra peradilan ke PN Surabaya. Melalui M. Soleh, tim kuasa hukumnya, terdakwa Zunaidi Abdilah  menggugat keabsahan penetapan tersangka oleh Penyidik Polrestabes Surabaya, namun, sebelum akhir persidangan perkara ini tuntas, hakim tunggal pra peradilan, Cokorda Gede Arthana, SH, MH menjatuhkan putusan sela dan menyatakan pra peradilan warga Bebekan Jagalan Taman, Sidoarjo tersebut gugur demi hukum, gugurnya permohonan pra peradilan itu dikarenakan, materi pokok perkara pencabulan ini telah disidangkan. Hal tersebut sesuai dengan KUHAP, Pasal 82 ayat 1 huruf d. @yanto