BNN dan Bea Cukai Kota Kediri Amankan Precussor Sabu

Kediri, BeritaTKP.Com – Indonesia waspada narkoba, setelah banyak penangkapan para bandar dan pengedar akhir akhir ini banya pemberitaan penangkapan dan pengamanan pelaku pengedar obat obatan terlarang tersebut dengan jumlah berat yang sangat besar dari luar pulau maupun luar negeri.

Dan kini lebih mewaswaskan lagi, BNN dan Bea Cukai Kota Kediri membenarkan berhasil mengamankan dua botol cairan yang berfungsi sebagai precussor (Bahan pembuat narkotika jenis sabu) dari luar negeri, barang bentuk cair, Maret lalu, terdeteksi lewat x-ray, barang kemudian diperiksa melalui Narcotest, dengan hasil dari dua tabung, mengandung psudoephedrine dan Amphetamine.

Seperti diberitakan, pada bulan Maret lalu, petugas gabungan Polresta Kediri, BNN, dan Bea Cukai mengamankan DR, dan sebuah paket berupa benda cair yang dimasukkan dalam dua buah tabung. DR memesan sebuah cairan tinta, melalui online shop dari Belanda seharga Rp 500 ribu.Saat barang tiba, petugas mendeteksi barang pesanan mengandung narkotika, sejenis precussor, cairan pencampur sabu. Akhirnya DR dan barang diamankan di kantor BNN Kota Kediri.

Diungkapkan oleh Kepala BNN Kota Kediri AKBP Bunawar bahwa pada 21 Maret 2018 lalu, paket dikirim dari Belanda, ditujukan seseorang yang beralamat Jalan KDP Slamet Kota Kediri. Barang berhasil diamankan setelah terdeteksi mesin x ray. Setelah ditelusuri, penerima yang berstatus saksi DR (52), beserta barang diamankan dan diperiksa kandungannya di laboratorium.

Dan Setelah terbukti positif mengandung zat berbahaya, petugas berkoordinasi dengan BNN pusat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun karena melibatkan negara lain prosesnya membutuhkan waktu “Ini kan masih berhubungan dengan negara lain, Belanda. Barang dipesan secara online,” ujar Bunawar.

Adiek Marga, selaku Humas Bea Cukai Kediri mengungkapkan keberhasilan petugas mengamankan barang ini saat petugas bea cukai di kantor pos, mencurigai barang cair mengandung narkotika. Untuk itulah ke depannya petugas bea cukai akan menjadikan database terkait kasus ini. Mulai dari alamat asal dan online shop yang melayani penjualan ini.

“Ini akan menjadi database kami ke depannya dalam menyeleksi dan memeriksa barang-BARANG berbahaya yang berasal dari luar negeri ditujukan pada warga Indonesia, khususnya Kediri Namun karena petugas tidak menemukan cukup bukti bahwa pemesan adalah DR, statusnya masih sebatas saksi,” jelas Adiek. @red

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda