Rebut Pistol Polisi, Eksekutor Curanmor Dipincangkan

Surabaya, BeritaTKP.Com – Aksi terbilang nekat dilakukan oleh Nurhayadi (42) warga di Jalan Sidonipah 20 A Surabaya yang merupakan pelaku yang sudah menjadi incaran polisi ini sempat berusaha merebut pistol salah satu anggota Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa motor sarana milik tersangka dan satu set kunci T.

Hingga akhirnya akibat perbuatanya tersebut polisi bertindak tegas dengan melumpuhkan Nurhayadi dengan timah panas di kaki kirinya, sebelumnya menjelaskan penangkapan terhadap  Nurhayadi dilakukan pada Minggu (1/4). Yadi memang sudah lama menjadi incaran polisi, sebab ia sudah beberapa kali terlibat aksi curanmor di sejumlah kawasan di Surabaya di antaranya di Jalan Grogol Kauman Gang 1 dan Jalan Wonorejo 3.

Tersangka memang sudah lama menjadi spesialis curanmor, perannya sebagai eksekutor, sementara itu Yadi beraksi bersama temannya AG yang kini buron. Biasanya saat mencari sasaran, keduanya berkeliling ke sejumlah perkampungan atau kos-kosan dengan beroncengan mengendarai motor Vario nopol L 5803 TM, Sasarannya adalah motor-motor yang diparkir di teras rumah atau kos-kosan.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Agung Widoyoko menjelaskan Setelah mendapatkan target, mereka berbagi tugas. Yadi bertugas sebagai eksekutor, sedangkan  temannya mengawasi situasi. Perlahan Yadi mendekati motor korban lalu merusak kunci kontak dengan bantuan kunci T. Tak butuh waktu lama, hanya hitungan detik, tersangka berhasil merusak kunci motor dan menghidupkannya, Setelah itu, perlahan tersangka menuntun motor hingga agak jauh dari lokasi. Setelah itu tersangka mengendarai motor curian itu dan menjualnya ke Madura.

Setelah berhasil merusak kunci perlahan tersangka menuntun motor hingga agak jauh dari lokasi. Setelah itu tersangka mengendarai motor curian itu dan menjualnya ke Madura motor hasil curian Yadi dijual dengan harga variatif, yakni antara Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta. Tergantung merek dan kondisi motor yang ia curi. Setelah motor berhasil dijual, ia membaginya hasilnya dengan rekannya AG yang kini menjadi DPO.

Dalam kasus ini , meski sudah mengidentifikasi tersangka sejak lama, namun tersangka cukup licin saat akan ditangkap. Beberapa kali ia kabur saat digerebek di tempat persembunyiannya. Tak hanya itu, meski sudah tertangkap, tersangka masih saja membuat repot.

Sementara itu Yadi mengaku jika dirinya sudah hampir lima kali melakukan aksinya. Namun tak semuanya berhasil, hanya dua TKP yang berhasil dieksekusi. Dia memutuskan menjadi pelaku curanmor lantaran stress tak punya pekerjaan. “Saya butuh uang untuk biaya keluarga,” jelasnya. @haryanto