Jual Burung Langkah Di Facebook, Warga Sidoarjo Terciduk Polisi

Surabaya, BeritaTKP.Com – Ahmad Shodikin (33) warga Perum Grand Aloha Blok B6 dan Gusti Saindi Salatin (27) warga Jalan Ambeng-ambeng, Desa Ngingas, Waru, Sidoarjo diamankan Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur atas kasus penjualan satwa langka jenis burung yang dilindungi.

Dalam kasus ini kedua tersangka ditangkap setelah polisi mendapatkan laporan ada dugaan penjualan satwa yang dilindungi di wilayah Sidoarjo. Kemudian pihak kepolisian lantas melakukan pengejaran terhadap Ahmad, dan saat petugas melakukan penyelidikan ternyata benar, di rumah Ahmad ditemukan enam ekor burung nuri kepala hitam yang dilindungi.

Menurut informasi Dari penangkapan Ahmad dikembangkan lagi dengan menangkap Gusti dan menemukan 50 ekor lebih burung dilindungi Puluhan ekor burung itu ditemukan di salah satu rumah yang ada di Ental Sewu, Buduran, Sidoarjo. Burung-burung itu kata Agus, didapat kedua tersangka dari Indonesia Timur dengan cara dikirim melalui paket bus. Selain menggunakan paket bus, biasanya pelaku juga memanfaatkan transportasi kapal laut.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Agus Santoso didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan bawha pelaku membeli dengan harga kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Kemudian dijual kembali ke Thailand melalui Facebook dan per ekor burung-burung tersebut dijual dengan harga Rp 3 juta hingga Rp 15 juta per ekor. Untuk pengiriman, pelaku lebih banyak menggunakan jalur laut dengan jasa ekspedisi pengiriman barang, Pelaku sudah beraksi sekitar dua tahun.

Sementara itu, Ahmad, mengaku melakukan jual beli burung satwa dengan sarana facebook (FB), ia juga mengungkapkan setiap ekornya dia mendapatkan keuntungan Rp 1 juta hingga Rp 4 juta rupiah. Bergantung jenis burung yang laku dijual. Sedangkan barang bukti yang disita dari tangan tersangka terdapat sembilan ekor burung kakak tua, 11 ekor kakak tua putih, 1  ekor kakak tua jambul putih, 9 ekor kakak tua besar, 6 ekor nuri merah, 3 ekor kasturi raja, 3 ekor nuri bayan, 2 ekor cendrawasih lesser, 2 ekor cenderawasih, 1 kotak catatan penjualan satwa, dan 2 buku tabungan CIMB dan BCA.

Atas perbuatanya kini kedua tersangka tersebut diancam pasal 21 ayat 1 UU RI Nomor 5 tahun 1990 tentang tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Ancaman hukumannya maksimal lima tahun kurungan penjara. @red