Tak Tersentuh Perhatian Pemerintah, Warga Desa Yosowilangun Lor Hidup Dalam Keprihatinan

0
203
Minto Beserta Istri dan Anaknya

Lumajang, BeritaTKP.Com – Hidup dalam kondisi memprihatinkan, itulah yang dialami keluarga Minto, Warga RT 06/RW 02 Desa Yosowilangun Lor Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang yang hingga saat ini harus menanggung beban hidup yang sangat berat.

Pasalnya keluarga yang tercatat sebagai keluarga pra sejahtera ini harus bekerja keras mengurus salah satu anaknya yang bernama Arifatul Ika Lestari yang menderita gangguan pembicaraan dan kelumpuhan selama 12 tahun berjalan. Ironisnya penderitaan keluarga ini sampai sekarang belum tersentuh perhatian pemerintah.

Hasil investigasi Berita TKP terhadap keluarga yang tergolong miskin ini menunjukkan masih kurangnya perhatian pemerintah utamanya pemerintah dimana keluarga ini berdomisili. Seperti diketahui, Minto yang hanya bekerja sebagai tenaga serabutan dan sang istri Khusnul Khotimah fokus mengurus rumah tangga ini mempunyai 4 orang anak dan Arifatul Ika Lestari merupakan anak ke 4 dari pasangan tersebut.

“Kami kurang mampu dan selama ini berupaya mencari jalan akan kesembuhan Sinta (sapaan Arifatul Ika Lestari), Namun keterbatasan yang kami alami, sehingga kami tidak sepenuhnya bisa memperhatikan dia. Beruntung saja kami hanya mampu makan setiap harinya.”Ujar Minto saat ditemui dirumahnya.

Terkait tempat tinggal yang saat ini didiami oleh keluarga tersebut, menurut penuturan Minto, tanahnya milik salah satu warga yang iba melihat kondisinya, sehingga keluarga ini diberi ijin untuk menempati sebidang tanah guna didirikan rumah. “Tanah dari rumah ini masih numpang milik warga.”ungkap Minto datar.

Mirisnya hingga saat ini, pihak Pemerintah baik dari Desa, Kecamatan sampai Pemkab Lumajang melalui Dinas Sosial (Dinsos) belum pernah secara khusus mendatangi keluarga tersebut guna memberi perhatian berupa bantuan. “selama ini belum pernah didatangi pemerintah.”Ujar Minto dengan lugunya.

Menurut sumber yang digali dari warga sekitar kediaman keluarga miskin ini, sebenarnya telah banyak pihak yang menyanggupi akan membantu mengurus keperluan keluarga ini yang arahnya akan mendapatkan bantuan dari pihak terkait.

“Sudah sering mas, keluarga ini diberi harapan akan diberi bantuan, mulai dari RT, RW hingga perangkat desa dan oknum dari lembaga swadaya masyarakat, namun semua hanya omong saja tanpa ada realisasinya.

Untuk itu dengan tulisan ini, kami berharap pihak pemerintah kabupaten akan respon terhadap penderitaan warga ini dan memberi bantuan yang dibutuhkan.”Ujar salah satu tetangga yang minta namanya tidak dipublikasikan.

Potret keluarga Minto ini merupakan satu dari sekian ketidak mampuan pemerinath mendata grafik kemiskinan, utamanya pihak Pemerintah Desa.

“Kenyataan masih adanya keluarga miskin yang minim perhatian dari pihak terkait menyangkut kesejahteraanya, ini merupakan pekerjaan rumah dari pemerintah Daerah untuk segera memperhatikan secara serius.”Ujar sosok pemerhati kinerja Pemerintahan di Kabupaten Lumajang saat ditemui wartawan media ini. (Sf/Rul)