Disinyalir Tak Penuhi Bestek, Proyek Tugu Bernilai Ratusan Juta Belum Setahun Diresmikan Sudah Rusak

0
185

Probolinggo, BeritaTKP.Com – Gerak pembangunan di kota Probolinggo yang diharapkan dapat memberi kontribusi bagi masyarakat akan berbagai hal, ternyata tidak disikapi para rekanan dalam menjalankan roda pembangunan untuk bekerja secara professional.

Hal tersebut terjadi pada fisik Tugu Pasti yang berada di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) kota Probolinggo. Pasalnya bangunan proyek Tugu ini, terkesan dikerjakan secara asal-asalan.

Bahkan belum setahun diresmikan, fisik bangunan ini telah amburadul. Secara fisik, mampak kerusakan yang sangat mencolok pada item item tertentu. Diantaranya pada dasar bangunan yang brupa pemasangan batu pecah, sudah terlihat kerusakan yang cukup memprihatinkan. Ditambah pada lingkar besi yang menjadi simbol dari Tugu tersebut mengalami keretakan.

Bukan itu saja, secara global ternyata banyak terdapat kerusakan dan retakan yang menandakan jika pelaksana dalam mengerjakan proyek tersebut lebih mengedepankan keuntungan daripada kualitas pekerjaan.

Hasil investigasi Berita TKP terhadap indikasi tidak profesionalnya dalam pengerjaan proyek Tugu ini, menunjukkan jika anggaran atas proyek tersebut berasal dari APBD Provinsi yang turun pada Dinas Perikanan dan Kelautan kota Probolinggo Tahun 2017.

“Sebenarnya masa perawatan bangunan ini 1 tahun. Tapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda kalau kerusakan akan diperbaiki.”Ujar salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Mayangan kota Probolinggo yang namanya enggan dipublikasikan seperti yang disampaikan pada Berita TKP.

Rusaknya bangunan yang belum genap setahun dibangun ini juga dilontarkan salah seorang pegiat LSM Gagak Hitam (Galang Gabung Kerahkan Hingga Tuntas Masalah) Probolinggo. Menurut Syamsul Huda, Ketua lembaga tersebut, sebenarnya ada pihak-pihak terkait yang seharusnya mengawasi teknis pembangunan termasuk pengawasan pada masa perawatan.

“Pelaksanaan pembangunan proyek ini seolah terindikasi ada pembiaran dan main mata antara pelaksana dan pejabat pembuat kebijakan, sehingga hasilnya tidak maksimal. Hal ini yang kita soroti hingga menemukan titik dimana letak kesalahan dalam teknis pembangunannya.”ujar Syamsul.

Lebih lanjut ketua LSM Gagak Hitam ini akan meneruskan temuan ini ke BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan inspektorat provinsi. “Secara serius kami akan terus menggali info terkait proyek tersebut. Secara kasat mata, proyek bangunan Tugu di PPP ini sarat penyimpangan dalam pengerjaannya. Kita akan teruskan pelaporan ke BPK dan inspektorat.”tegasnya. @Ful/Sf