Pemkab Jombang Sosialisasi Dana Desa, ADD, Tahun 2018 Bersama Muspika

Jombang, BeritaTKP.Com – Alokasi Dana Desa (DD) yang di gelontorkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa (Kemendes) pusat rentan adanya penyelewengan. Hal itu, mengingat besaran anggaran dan masih banyak di temukan belum masuknya sejumlah aset desa dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).

Fakta itu muncul dalam agenda Sosialisasi Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan Bagian Hasil Pajak Daerah dan Restribusi Daerah Tahun 2018 di Pendopo Pemkab Jombang, Kamis (19/4/2018). Acara sendiri di hadiri oleh seluruh perwakilan perangkat Desa, Kecamatan, perwakilan Polres, Kejari dan Pemkab Jombang.

Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Darmasji menyatakan Dana Desa (DD) tahun ini (2018) sebesar 238 Milyard 440 Juta 982 Ribu Rupiah. Jadi kalau kita bandingkan dengan tahun kemarin (2017).,Dana Desa menurun sekitar Lima Milyard Rupiah.”Ungkapnya saat mewakili PLT Bupati menjadi pembicara dalam acara itu.

Lebih lanjut, Darmadji menambahkan, untuk angka Alokasi Dana Desa (ADD) se kabupaten Jombang tahun ini angkanya sebesar 119 Milyard 119 Juta 210 Ribu 358 Rupiah. Sementara sharing Pajak Daerah dan Restribusi Daerah (PDRD) sebesar 13 Milyard 686 Juta 507 Ribu 589 Rupiah.

Perwakilan Kejari Jombang Susanto menyatakan jika penganggaran untuk alokasi kebutuhan desa tidak hanya di setujui saja, tapi butuh ada pengkritisan dan pengawasan dari Badan Perwakilan Desa. Mengingat, anggaran yang ada di APBDes di ambil dari restribusi pajak negara dan pemanfaatan aset milik desa.

“Jangan hanya setuju saja, BPD harus aktif memeriksa APBDes. Selain itu fungsi pengawasan juga harus di lakukan karena rentan Penyelewengan,” pungkas Susanto. (Hary/Fd)