Pembekalan Teknis DEMFARM Tanaman Tembakau Kegiatan Penumbuhan Dan Penguatan Kelembagaan DBHCHT 2018 Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kab.Blitar

0
207

Blitar, BeritaTKP.Com – Pemerintah Kabupaten Blitar setiap tahun mendapatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang kemudian dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan upaya pengembangan SDM petani diantaranya dengan peningkatan penguasaan pengetahuan dalam penerapan teknologi budidaya bahan baku tembakau.

Pemerintah Kabupaten Blitar mengupayakan pelatihan-pelatihan seperti yang dilakukan kali ini salah satunya pelatihan sebagai pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja masyarakat di lingkungan penghasil tembakau.

Acara pembinaan tersebut salah satunya workshop pengembangan program pembekalan teknis Damfarm dan SLPTT Tanaman Tembakau. Pelatihan yang diikuti sekitar 150 petani tembakau dari empat desa di Kabupaten Blitar diantaranya Desa Selopuro Kecamatan Selopuro, Desa Mojorejo Kecamatan Wates, Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan dan Desa Kamulan Kecamatan Talun .

Kegiatan ini digelar di Local Education Center (LEC) Pojok Garum, pada Senin 30 April hingga Jumat 4 Mei 2018. “Dari workshop ini para petani akan kita beri materi budidaya tanaman tembakau mulai dari persemaian, budidaya, pengolahan tanahnya, rekomendasi pupuknya, pemeliharaan.

Dan pengelolaan MTRM, teknik penanganan panen dan pasca panen,” kata Anita Arif Rahayu SP. Bidang Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar.

Acara yang terselenggara berkat adanya Dana Bagi Hasil Cukai tembakau (DBHCT) tahun 2018 inipun diikuti dengan antusias oleh para peserta. Selain workshop hari ini, Dinas Pertanian dan Pangan juga akan menggelar pelatihan pasca panen, pelatihan pembuatan pupuk organik, dan pelatihan penguatan kelembagaan.

“Pelatihan pasca panen dan lainnya akan kita laksanakan setelah hari raya. Kami juga berharap kegiatan ini dapat dijadikan moment sebagai tonggak ekonomi kerakyatan.

Setelah adanya pelatihan ini peserta dapat mengaplikasikannya di masyarakat yang nantinya secara otomotis dapat meningkatkan penghasilan mereka sebagai petani tembakau,” tukasnya.

Saat diwawancarai Kelompok Tani Rukun Makmur Sumadi mengatakan sangat senang sekali dengan adanya pelatihan ini, disini petani tembakau mendapatkan ilmu maupun teknik pengelolaan penanaman tembakau yang berkualitas. Disamping cara penanaman, pembuatan pemupukan organik dan penguatan kelembagaan semua ini untuk meningkatkan produktivitas dan perekonomian para petani,”ujarnya.

Lanjut Sumadi berharap dengan program pelatihan ini petani dapat menyerap berbagai ilmu maupun cara penanaman hingga panen nanti. Sehingga antara petani tembakau dengan Dinas Pertaniaan dan pangan dapat berjalan dengan baik maupun berkesinambungan. Agar petani dapat meningkatkan perekonomian bagi keluarganya,”ungkapnya.(fm)