Empat Sindikat Tipu-tipu Berkedok Polres Tanjung Perak Ditangkap

Surabaya, BeritaTKP.Com – Pelaku penipuan yang mencatut nama Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto telah berhasil diringkus beserta barang buktinya. Pelaku terdiri dari empat orang yakni, Candra (22) berasal dari Sidrap, Sulsel; Muctar (35) berasal dari Cianjur, Jabar; Alimuddin (43) berasal dari Jakarta Pusat; hingga Haswin (36) berasal dari Jakarta Utara.

Kejadian bermula pada hari Kamis 19 April, setelah satu hari telah melakukan serah terima jabatan dengan pejabat yang lama, jadi salah satu pelaku dengan cara menanyakan no telpon staf saya di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, kemudian ia mengaku sebagai Kapolres yang baru.

Kemudian tersangka memerintahkan staf saya untuk mengirim sejumlah uang, dimana uang itu untuk mengurus perpindahan Kapolres baru ke Tanjung Perak, karena bujuk rayu tersebut sehingga dikirim uang yang pertama Rp. 80 juta dan kedua Rp. 70 juta. Kami merupakan korban terakhir sebelumnya  mengatasnamakan Kepala dinas, Walikota/Bupati dan Ketua DPR. ” terang Agus

Dari keempat pelaku ini memiliki peran masing-masing, Alimudin (43) berperan sebagai operator untuk menghubungi korban dengan menggunakan tipuan halus yang dapat mengelabuhi korban, ia juga menentukan calon penampung hasil penipuan (pemegang ATM). Beralih ke pelaku bernama Haswin (36) dan Candra (22) berperan menyiapkan kartu seluler serta handphone yang digunakan untuk menghubungi korban dan menyiapkan beragam keperluan logistik untuk melancarkan aksinya.

Sedangkan Muchtar (35) berperan sebagai bendahara  yang bertugas menampung uang yang diperoleh dari hasil penipuan. Sebelumnya Muchtar mengaku pernah melakukan aksi tipu-tipu, tapi menggunakan modus jual beli online. Situs tersebut berisi beragam penawaran produk yang membuat orang terpikat untuk membeli barang tersebut dengan cara menjual barang secara online, ketika pembeli sudah mentransfer untuk produk yang dibeli, barang tidak dikirim.

Lalu, sejumlah uang ditransfer oleh korbannya menggunakan kartu ATM milik orang lain yang di belinya dari para sindikat penjualan ATM. Selanjutnya, Muchtar mengambil sejumlah uang hasil penipuan itu secara tunai. Bahkan, uang itu ditransfer kembali kepada Alimuddin setelah dipotong sekitar 20 persen.

Ini bukan kasus pertama kali yang dilakukan komplotan ini, ia mengaku sudah melakukan tipu-tipu ini dari tahun 2008 hingga 2012.  Masih ada pelaku lainnya berinisial R yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ke empat pelaku penipuan juga ada yang dikenakan pasal berlapis karena hasil test urine mereka positif memakai narkoba.@lutf/sugi

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda