Gus Ipul Angkat Program “Baja Emas” Untuk Tingkatkan Investasi Jatim

Surabaya, BeritaTKP.Com – Secara spesifik, kandidat yang berpasangan dengan Cawagub, Puti Guntur Soekarno ini telah menyiapkan program “Baja Emas” yang merupakan kepanjangan dari (Perbaikan Jalan untuk Ekonomi Masyarakat).

Sasaran program ini di antaranya, peningkatan status jalan rusak (176,29 km) dan rusak berat (6,5 km) menjadi baik dan sedang. Kemudian, menuntaskan Jalan Pantai Selatan (Pansela) sepanjang 676,82 km. Serta, pembangunan Pelabuhan Rakyat untuk kepentingan nelayan.

Pemprov nantinya akan merangsang investor menamkan modal di Jawa Timur dengan melalui berbagai kemudahan. Di antaranya, sektor infrastruktur.

“Industri berbasis padat karya perlu back up supaya mereka bisa bertahan. Apalagi, persaingan makin ketat. Sehingga, kita menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga mereka agar bertahan,” kata Gus Ipul.

Mengutip data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (DPM PTSA) Provinsi Jatim tahun 2017, sebanyak 598.862 tenaga kerja terserap melalui investasi. Rinciannya, Penyertaan Modal Asing (PMA) sebanyak 2.527 proyek (Rp 21,4 triliun) berhasil menyerap lapangan kerja sebesar 78.496 orang tenaga kerja.

Kemudian, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak 2.165 proyek (Rp 45 triliun) yang menyerap 69.290 lapangan kerja. Di luar itu, masih ada PMDN non fasilitas yang justru menyediakan lapangan kerja terbesar.

Yakni, dengan 129.260 proyek (Rp 85,9 triliun) menyerap 451.076 lapangan kerja. “Ke depan, investasi inilah yang akan kami dorong. Kita bersyukur, di tahun 2017 lalu, ada 400-500 ribu lebih lapangan pekerjaan yang tersedia. Baik dari PMA, PMDN, maupun investasi non fasilitas,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul mengaku optimistis, melalui peningkatan infrastruktur, utamanya jalan akan berdampak positif terhadap sektor ekonomi Jawa Timur. Tak hanya itu, komitmen Gus Ipul juga sebagai bentuk dukungan pemprov terhadap proyek infrastruktur nasional di bawah pemerintah pusat. Misalnya, pembangunan jalan tol hingga proyek bandara.

Nantinya, Jatim akan dikelilingi oleh jalan tol yang terbentang dari Surabaya-Solo hingga Surabaya-Banyuwangi. Banyaknya akses tol tersebut diharapkan akan memaksimalkan pembangunan di Jatim, khususnya ekonomi kawasan Jatim selatan yang saat ini masih tertinggal dibandingkan utara.

“Jalan tol bisa menumbuhkan ekonomi, membangun ‘city link’ dan membuka layanan transportasi sehingga memudahkan orang dan barang. Ada JLS (jalur lintas selatan) juga, harapannya ke depan kawasan selatan akan lebih maju,” pungkasnya.@lutf/ynt