Bocah SD di Tulungagung Hamili Siswi SMP

0
242

Tulungagung, BeritaTKP.Com –  Peristiwa yang menggegerkan warga setempat hingga mengeluskan dada disebabkan adanya kejadian dua bocah yang masih duduk di bangku pendidikan sekolah, berawal dari pacaran tanpa adanya sorotan dari orang tua, kedua bocah ini ke asyikan sampai menjalin hubungan asmara secara berulang hingga hamil.

Siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) yang menghamili pacarnya, siswi kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP/hampir lulus) kendati sudah berstatus suami istri, namun Pihak Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) Tulungagung dan keluarga akan memisahkan sementara serta melaksanakan pendampingan terhadap (Mars dan Mawar / Bukan nama sebenarnya) kedua bocah tersebut.

Dari hasil Asesmen ULT PSAL, Mawar ternyata sudah berusia 16 tahun. Yang masih duduk di kelas IX dan baru saja menyelesaikan ujian nasional, andai saja tidak tersandung masalah ini, Mawar akan meneruskan sekolah ke jenjang SMA/SMK.

Sunarto selaku Koordinator Pekerja Sosial ULT-PSAI, kamis (24/5/2018) menerangkan “Saya mau meluruskan, dia bukan kelas VIII SMP. Tapi sudah lulus dan akan melanjutkan ke jenjang selanjutnya,”

Dengan adanya masalah ini, Mawar untuk sementara akan fokus mengurusi persalinan dan anaknya kelak. Mawar akan berhenti sekolah selama satu tahun.Sementara Mars yang masih berusia 13 tahun, duduk di kelas V SD.Saat pekerja sosial ULT PSAI menyambanginya, Mars tengah les tambahan pelajaran dengan teman-temannya.

Mars akan tetap melanjutkan sekolahnya. Kemungkinan keduanya akan dinikahkan. “Modin tempat Mars tinggal sudah melengkapi berkas, kemudian diserahkan ke modin tempat Mawar tinggal. Berkas keduanya kemudian dimasukkan ke Pengadilan Agama untuk permohonan dispensasi nikah,” tambah Sunarto.

Meski keduanya menikah, ULT PSAI akan terus memantau. Sunarto memaparkan, setelah menikah pertemuan keduanya akan dibatasi. Salah satunya untuk mencegah agar jangan sampai terjadi kehamilan lagi.

Selain itu, intensitas pertemuan yang terlalu sering juga bisa memicu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).Alasannya mental mereka belum siap untuk berumah tangga.Bahkan ada wacana keduanya akan dipisahkan terlebih dulu.

“Ada wacana Mars akan dibawa ayah kandungnya ke Trenggalek. Mungkin menunggu dia lulus (SD) dulu,” tutur Sunarto. Lebih jauh Sunarto memuji sikap keluarga kedua pihak. Mereka bersikap proporsional dengan tidak menyalahkan anak.

Bahkan keluarga berusaha memberikan solusi terbaik, tanpa menambah beban anak-anak. “Dan yang penting pihak keluarga perempuan tidak melaporkan kasus ini ke polisi. Penyelesaiannya pun dengan jalan kekeluargaan,” tandas Sunarto.@red