Pembangunan SMPN 3 di Blitar Diduga Jadi Penyebab Samanhudi Anwar Dijerat KPK

Blitar, BeritaTKP.Com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Wali Kota Blitar menjadi perhatian khusus. Pasalnya, saat itu Wali Kota Blitar terfokus pada pembagunan SMPN 3 Kota Blitar di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjen Kidul.

Gedung SMPN 3 yang belum selesai dibangun, memang dilaksanakan secara bertahap. Targetnya, proses belajar mengajar siswa SMPN 3 Kota Blitar yang saat ini masih berada di kawasan monumen PETA Jalan Soedanco Soeprijadi bisa menempati bangunan sekolah baru pada 2020 mendatang.

Santoso, Wakil wali Kota Blitar mengaku masih masih akan menunggu klarifikasi dari KPK. Namun pihaknya yakin, KPK akan memberikan kebijakan yang adil. Menurutnya, gedung tersebut merupakan fasilitas pendidikan yang merupakan kebutuhan orang banyak.

Santoso menerangkan, “Kita ingin proses hukum berjalan, namun pembangunan juga tetap berlanjut. Karena kita tidak mau anggaran sia-sia. Kita juga berharap nantinya siswa SMPN 3 bisa menempati bangunan baru ini, sesuai jadwal yang ditentukan.”

Diketahui, proyek pembangunan gedung SMPN 3 tersebut dimulai pada tahun 2017. Pada tahap pertama, Pemkot Blitar mengalokasikan dana sebesar Rp. 11,5 miliar. Pembangunan gedung sekolah itu di atas bekas tanah bengkok Kelurahan Tanggung, dengan luas sekitar 3 hektar.

Baca Juga :  Pejabat Diknas Lamongan Jadi Tersangka Dana BOS

Sementara pembangunan tahap kedua direncanakan akan dilakukan tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp. 23 miliar. Pelaksanaan pembangunandiserahkan pada kontraktor pelaksana PT Moderna Teknik Perkasa yang diketahui merupakan milik Susilo Prabowo atau Embun, pengusaha yang diamankan KPK dalam OTT.@fm

print
(Visited 6 times, 1 visits today)

Shortlink:

iklan