Dinkes Kabupaten Blitar Gelar Program Rencana Aksi Penanggulan TBC

Blitar, BeritaTKP.Com – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Kesehatan akan mengelar program penanggulang penyakit TBC. Program ini guna mengoptimalkan angka temuan kasus penyakit tuberkolusis (TB) paru atau TBC di Kabupaten Blitar sekaligus mengoptimalkan penyembuhan bagi penderita, sekaligus untuk menemukan penderita-penderita TBC baru yang dimungkinkan belum terdata di Dinkes Kabupaten Blitar.

TBC bukanlah persoalan baru di Indonesia, hingga saat ini penyakit TBC menjadi tantangan, mengingat prevalensi TBC di Indonesia masih menduduki posisi kedua di tingkat dunia. Pada hal upaya keras terus menerus dilakukan,bahkan dana yang besar telah dialokasikan untuk program penangulangan.

Untuk itu perlu sinergitas lintas program dan lintas sektor agar upaya penanganan TBC dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan holistik mulai penemuan kasus,deteksi dini,diagnosa sampai terapi. Dalam hal ini agar sinergisme pusat dan daerah perlu ditingkatkan melalui penguatan, penajaman dan pendampingan pelaksanaan program.Juga penting dilakukan terutama oleh daerah guna mencapai standar pelayanan minimal ( SPM ) bidang pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan sebagai indikator keberhasilan daerah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengundang Subprogram TB yang ada di Puskesmas se Kabupaten Blitar,Rumah Sakit Ngudi Waluyo,Ananda dan Aulia,yang bertempat di ruang perdana Pemkab Blitar Rabu 30/5. Disini mengajak pihak puskesmas maupun rumah sakit negeri dan swasta ikut melaksanakan program penangulangan TBC yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

Tidak hanya penangulangan tetapi puskesmas dan rumah sakit juga wajib melaporkan pasien TBC yang sudah ditangani maupun tidak di data. Hal ini guna dapat mendeteksi seberapa banyak pasien penderita TBC.

Saat diwawancarai Krisna Yekti Kepala Bidang P2P ( Pencegahan Pemberantasan Penyakit ) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengatakan pada kegiatan hari Rabu 30/5 menindaklanjuti hasil Rakernas Kementerian Kesehatan,pemerintah akan mempriortaskan beberapa program dalam penangulangan TB, Imunisasi dan Stanting. Disini dalam program yang dilaksanakan adalah program penangulangan TB atau Rencana Asli Daerah pada pengangulangan TB di Kaupaten Blitar ini. Tujuan kegiatan ini supaya penangulangan TBC di Kabupaten Blitar bisa mencapai target,sehingga penyakit TB di Kabupaten Blitar nanti di Tahun 2030 bisa elminasi TBC.

Program TBC di Kabupaten Blitar telah dilakukan semaksimal mungkin dan hasilnya sampai saat ini belum mencapai target. Ada beberapa kendala antara lain adalah pengobatan TB dari Dokter swasta belum melaporkan hasil kegiatannya. Semua ini perlu dukungan dari puskesmas dan lintas sektor sangat baik,tetapi masih perlu disana-sini ditingkatkan.Peran lintas sektor adalah Bapeda dalam penyediaan anggaran penangulangan TB ini kedepan perlu ditingkatkan.

Dikabupaten Blitar pencapaian target masih kurang dari 28 persen disini masih mencapai 19,5 persen, disini masih ada 9,55 persen yang belum tercapai. Artinya apa sudah diobati atau belum karena belum dilaporkan kepada programer di Puskesmas ,”ujarnya.

Krisna berharap dari program ini kepada pegawai programer di puskesmas lebih ditingkatkan peran serta didalam menemukan kasus TBC di Masyarakat. Lebih ditingkatkan untuk terjun ke masyarakat maupun ke dokter swasta maupun klinik swasta untuk mendatangi Puskesmas maupun pihak swasta datang ke Puskesmas maupun Ke Dinas Kesehatan dapat terdata bagi pasien TBC. Menghimbau bagi masyarakat yang mempunyai keluhan selama satu agar lebih baik langsung ke Puskesmas maupun rumah sakit,”ungkapnya.(fm)

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda