Polres Mediasi Kericuhan Mahasiswa Asal Papua dan Warga Kota Malang

0
200

Malang, BeritaTKP.Com – Polres Malang Kota menggelar mediasi antara mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan warga Kelurahan Dinoyo, Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang di ruang pertemuan utama Polres Malang Kota.

Mediasi dilakukan terkait kericuhan yang terjadi antara kedua belah pihak, Minggu (1/7) malam di Jl MT Haryono Gg. 8C RT 3 RW 4 nomor 986 Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Menurut AKBP Asfuri, Kapolres Malang Kota, “Kericuhan dipicu karena adanya miskomunikasi ketika mahasiswa Papua ingin menggelar diskusi sekaligus nonton bareng atas kemerdekaan Papua Barat. Warga tidak menghendaki dan meminta tidak dilanjutkan acaranya. Kebetulan saat itu bertepatan kontrakannya sudah habis,” jelasnya.

Meski dilarang oleh warga, namun mahasiswa Papua ngotot melanjutkan, sehingga miskomunikasi tak terhindarkan. Timbullah pertikaian, beruntung saja tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya saja ada sedikit kerusakan.

Polres sendiri, mengumpulkan anggota Forkopimda dan elemen masyarakat yang bersengketa di aula Rupatama Polres, Senin (02/07).

Versi warga, kericuhan berawal dari habisnya kontrakan rumah yang akan dipakai sebagai sekretariat diskusi dan nonton bareng kemerdakaan Papua Barat oleh mahasiswa Papua. Sementara versi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung, kericuhan terjadi lantaran pemuda asal Papua menonton video yang diduga bermaterikan gerakan Papua Merdeka.

John Giai, selaku koordinator Aliansi Mahasiswa Papua bersama belasan rekan lainnya saat menandatangani mediasi menuturkan, dirinya bersama teman lainnya sudah 9 tahun berada di Kelurahan Dinoyo.

“Ini menunjukkan jika kami menjalin komunikasi baik dengan warga Dinoyo. Namun saat ini, kami merasa ruang demokrasi sudah ditutup rapat oleh pihak aparat. Kami menonton film Papua Merdeka, sebagai pembelajaran sejarah dan mensupportnya,” papar John.

“Kami menghendaki, aset yang disita mesti kembalikan berupa 8 unit laptop, 4 unit HP, 4 unit kendaraan bermotor, mengembalikan nama baik mahasiswa Papua, dan Kapolsek Lowokwaru mesti dimutasi karena tidak bisa mengamankan warga yang diintimidasi,” tegasnya.@CAnam