PT.Dwi Surya Perkasa Tendang Karyawan 20 Tahun Bekerja Tanpa Pesangon

Agus personalia PT.Dwi Surya Perkasa

Surabaya, BeritaTKP.Com – Persaingan Bisnis yang begitu Pesat menjadikan pembangkit dan pemicu bagi seluruh pengusaha dalam menjalankan bisnisnya untuk lebih profesional dan inovasi pada umumnya disegala komoditi yang berkembang di Indonesia, khususnya pengusaha yang ditunjang dengan visi dan misi serta mengembangkan sistem perusahaan.

Besar harapan, suatu perusahaan bisa berkembang secara pesat dalam persaingan bisnisnya, hingga pula bisa terwujudnya visi dan misi perusahaan mencapai target goal, hal itupun tidak luput dengan adanya dukungan oleh segenap karyawan yang ahli dibidangnya pada tiap-tiap elemen dan perlemen perusahaan.

Andil pengabdian karyawan, sangat berpengaruh dalam turut serta-merta setia mengabdi memperjuangkan perusahaan hingga terhitung 20 tahun bekerja, hal itu merupakan suatu penghargaan dan nilai plus yang didapat oleh karyawan pada umumnya.

Kendati demikian, peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan harus tunduk pada Undang-undang ketenagakerjaan baik langsung maupun tidak langsung, adapun penyalahgunaan UU tentang ketenagakerjaan maka perusahaan berhak mendapat sanksi hukuman yang ditetapkan oleh pemerintah.

Secara terpisah, hari Senen, (30/07/2018) Slamet Wiyono (52) sebagai Kernet truk engkel dengan lama bekerja selama 20 tahun adalah karyawan perusahaan PT.Dwi Surya Perkasa mengadukan kebijakan pada Kantor Redaksi BeritaTKP, tentang adanya tindak kriminal penggelapan barang perusahaan berupa kerdus berisi biskuit malkist berjumlah 20 kerdus yang dilakukan oleh sopir.

Dengan adanya temuan oleh perusahaan PT.Dwi Surya Perkasa beralamat di Jl.Kalianak Timur No.55 Blok SG, maka sopir dan kernet langsung diberhentikan secara sepihak dari masa kerjanya, tanpa ada klarifikasi dan kebijakan khusus yang mengacu pada UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 156 ayat 2 .

Dalam pengaduanya, Slamet Wiyono mengungkapkan “saya sudah mengingatkan pada sopir untuk jangan melakukan tindakan tersebut, namun sopir tetap melakukan tindakan tersebut, hingga pihak perusahaan saya mengetahui, terus saya dipanggil oleh Minan sebagai manager perusahaan, dan saya langsung dipaksa dengan suara keras untuk menandatangi surat pemberhentian kerja.

Saat Minan memaksa dengan melontarkan suara lantang, Teman saya yang sebagai sopir, mengakui pada Minan bahwa sopir sudah di ingatkan oleh Selamet Wiyono, bahkan sopir juga langsung mengembalikan uang hasil penggelapan barang senilai RP.2.400.000 dan itupun sudah diterima langsung oleh Minan”, Ungkapnya.

Pengakuan Slamet Wiyono kepada Minan tidak digubris, “saya Slamet Wiyono berpasrah diri kalau memang saya salah, saya siap untuk dilaporkan pada pihak berwajib jika memang saya salah, namun Minan sebagai Manager perusahaan tetap memaksa saya untuk menandatangani surat berhenti kerja dan memecat saya secara sepihak tanpa ada kebijakan khusus”. Imbuhnya.

Mulai awal bekerja hingga sekarang, terhitung lama saya bekerja 20 tahun, Saya bekerja selalu taat pada peraturan perusahaan PT.Dwi Surya Perkasa dan saya tidak pernah melanggar, bahkan saya juga takut dan tidak berani melakukan tindak kriminal apalagi penggelapan barang perusahaan.

Nasib yang dialami oleh seorang pekerja, sebagai kernet truck engkel yang setia dalam pengiriman, hingga lama bekerja 20 tahun itupun sampai sekarang masih terkatung-katung dan belam mendapatkan hak PHK yang ditetapkan oleh pemerintah mengacu pada UU nomor 13 tahun 2003 pasal 156 ayat 2, bahkan kebijakan dari perusahaan yang di ikutinya hanya menelantarkan begitu saja.

Secara terpisah, pada saat klarifikasi oleh BeritaTKP ditempat kerjanya Minan sebagai manager perusahaan tidak berada ditempat, dengan waktu yang bersamaan kita ditemui oleh Agus selaku personalia mengometari “saya disini hanya sebatas karyawan saja, biarpun saya sebagai personalia namun saya tidak ada haknya untuk memberikan jawaban klarifikasi terkait kasus Slamet wiyono takut salah kaprah, kalau ingin mengklarifikasi langsung saja pada Minan biar jelas permasalahan’’Ungkap Agus Selaku Personalia,,,Bersambung