Pemdes Desa Patranrejo Bangun Tanah Warga Yang Sudah SHM menggunakan ADD/DD

Pemdes Desa Patranrejo  Bangun Tanah Warga Yang Sudah SHM menggunakan ADD/DDNganjuk,BeritaTKP.Com – Sebidang tanah warga Desa Patran yang sudah sah dan terbit SHM dari BPN di dirikan bangunan oleh Pemdes setempat menggunakan ADD/DD. Asal mula di dirikan bangunan tersebut Pemdes Patran mengakui bahwa tanah tersebut sudah di hibahkan pemiliknya untuk kepentingan desa. Dengan berpedoman informasi dari tokoh masyarakat bahwa tanah tersebut dulu digunakan sebagai tempat penampungan penderita penyakit kusta.

Informasi dari ahli waris kepada wartawan Berita TKP menjelaskan bahwa tanah tersebut adalah milik dari orang tuanya dengan bukti sertifikat atas nama Warsi cs. Semasa hidupnya tanah tersebut dibagi jadi lima bagian kepada anak dan istrinya. Dari empat bagian atas nama Jumarsih, Edi Rianto, Pujianto dan Suprapti yang satu bagian di atas namakan Ibunya (Warsi cs) semua sudah terbit sertifikatnya. Bapak Rianto menambahkan bahwa kami sebagai ahli waris dari Ibu Warsi meminta sertifikat yang sudah terbit dari BPN yang di tahan oleh Pemdes Patranrejo.

Dari warga sekitar menjelaskan bahwa tanah tersebut di pinjamkan oleh pemilik dulu kepada Pemdes untuk menampung penderita penyakit kusta dan di beli oleh Bapak Juri (Alm) selebihnya saya tidak tahu.

Pada hari Kamis (02/08/2018) Pemdes Patranrejo mengadakan mediasi yang di hadiri oleh tokoh masyarakat, muspika Brebek, dan semua ahli waris yang di dampingi oleh LSM GMBI. Dalam musyawarah kali ini pihak Kecamatan Brebek memperjelas kronologi awal riwayat tanah sengketa tersebut.
Dalam musyawarah ini pihak ahli waris meminta sertifikat atas nama Warsi cs yang belum di berikan kepada ahli warisnya.
Setelah tidak terjadi titik temu musyawarah dilanjutkan hari Senen (06/08/2018).

Saat wartawan menemui Kepala Desa dari pihaknya tidak mau memberikan keteraangan dan disuruh nunggu keputusan musyawarah hari Senen. (Hary)