Jabatan Di Banyuwangi Dapat DiPerjual Belikan ?

Jabatan Di Banyuwangi Dapat DiPerjual Belikan ?Banyuwangi, BeritaTKP.Com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merespons cepat pengakuan sepihak dari seorang pelaku percobaan pembunuhan dan perampokan terhadap Lurah Penataban Banyuwangi. Dalam pengakuannya, Agus Siswanto pelaku tunggal itu menyatakan uang yang dirampok tersebut akan diserahkan ke seorang tokoh masyarakat sebagai jalan untuk melancarkan promosi jabatan sang lurah.

”Sudah jelas bahwa sejak awal manajemen birokrasi di Banyuwangi dibangun berbasis prestasi. Jadi saya tegaskan sekali lagi kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, jangan percaya bila ada orang yang mengatakan bisa membantu promosi jabatan di Banyuwangi. Hasilnya Anda akan kecewa karena itu pasti penipuan,” tegas Sekretaris Daerah Banyuwangi, Djajat Sudrajat, Sabtu (4/8/2018).

Djajat mengatakan, saat ini tim Inspektorat sebagai pengawas internal sedang bergerak melakukan penelusuran terhadap pengakuan sepihak dari tersangka kasus percobaan pembunuhan dan perampokan tersebut. ”Sebenarnya garisnya jelas, yaitu tidak ada promosi jabatan berdasarkan kompensasi tertentu, tapi jika ada oknum ASN yang ikut menjanjikan sesuatu kepada pihak-pihak tertentu, akan langsung ditindak sesuai disiplin ASN. Sanksi-nya bisa pidana”.

Salah satu contoh konkrit manajemen berbasis prestasi itu dilakukan dengan mempercayakan sejumlah ASN muda berprestasi untuk memegang jabatan penting. “Misalnya, pentolan Dinas Pariwisata yang berusia muda diberi kepercayaan penuh karena berhasil membangun wisata dengan sangat baik hingga level internasional.

Demikian pula ASN tergolong muda menjadi pentolan Dinas Perhubungan karena bekerja keras mewujudkan beragam rute penerbangan dari Jakarta, Surabaya, dan kini disiapkan rute internasional. Di Bappeda, geraknya didominasi anak muda yang melahirkan sistem e-government dan e-planning yang menyabet penghargaan Bappenas.

Seperti diketahui, Lurah Penataban Banyuwangi Wilujeng Esti Utami mengalami percobaan pembunuhan dan perampokan oleh seorang bernama Agus Siswanto yang merupakan teman korban sendiri. Menurut pengakuan Agus, Wilujeng akan mengantarkan uang ke seorang tokoh masyarakat yang menjanjikan bisa membantu promosi jabatan. Namun, di tengah jalan, Agus yang menemani Wilujeng lalu mencoba membunuh sang lurah dan mengambil uang itu, kini Agus telah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku merupakan seorang residivis yang pernah divonis bersalah karena kasus penipuan pada tahun 2015.        @/ay

 

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda