Takmir Masjid Tega Gelapkan Dana Infaq

foto diatas: pelaku penggelapan dana masjid

Surabaya BeritaTKP.Com – Majelis hakim menjatuhkan hukuman 2,5 tahun pada Subiyanto takmir masjid Al-Ghuroba Pakuwon Mall Surabaya, Rabu (18/7/2018). Dalam amar keputusannya, majelis hakim menilai jika Subiyanto terbukti melakukan penggepalan dana infaq sebagaimana tertuang dalam pasal 374 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP tentang penggelapan.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun 5 bulan, dikurangi masa tahanan,” kata hakim Unggul di ruang sidang Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (18/7/2018). Usai membacakan amar keputusan hakim unggul memberikan waktu seminggu untuk berfikir. “Kami berikan waktu satu minggu untuk terima atau banding.”ujarnya

Putusan tersebut, lebih ringan dari tuntutan JPU Siska Chirstina yang sebelumnya menuntut 3 tahun 6 bulan penjara.
Untuk diketahui, terdakwa yang dipercaya menjadi takmir masjid selama lima tahun sejak 2014 sampai 2017 awalnya diserahi uang Rp 91,4 juta dari takmir lama dan kartu ATM bank.

Uang itu semestinya digunakan untuk membayar listrik, air dan kegiatan kajian rutin masjid. Takmir masjid lain mulai curiga saat akan membeli karpet dan sound system Rp 50 juta.

Terdakwa yang memegang uang kas masjid selalu menghindar dan mengulur waktu saat diminta membayar. Setelah dicek, pihak takmir baru mengetahui kalau ada pengeluaran uang infaq Rp 266,4 juta yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Uang itu keluar hampir setiap bulan mulai Maret 2014 sampai Maret 2017. Jumlah pengeluarannya berbeda, mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 17 juta setiap bulannya. Ternyata setelah ditelusuri, uang itu selama ini ditarik oleh Subiyanto melalui kartu ATM. Dari keterangan terdakwa, ia mengambil uang infaq tersebut melalui kartu ATM sejak Maret 2014 sampai Maret 2017 untuk keperluan sehari-hari. @/ay