Musyawarah Antar Pemdes Patranrejo VS Ahli Waris Belum Ada Titik Temu

Nganjuk Berita TKP.com, Perselisihan hak atas tanah antara ahli waris (Warsi cs) dengan Pemdes Patranrejo berlanjut sesuai dengan janji Kades Sukijo hari Senen (06/08/18), Dalam musyawarah tersebut Pemdes Patranrejo memberikan jawaban tetap bersih kukuh mempertahankan bahwa tanah tersebut hak milik desa.

Saat di temui wartawan ahli waris (Sumarsih) menjelaskan, semua kami limpahkan pada LSM GMBI Nganjuk sebagai pemegang kuasa atas keluaga kami. Apapun hasil dari musyawarah hari ini lembaga tersebut yang menyelesaikan dan tujuan terpenting sertifikat atas nama Ibu saya (Warsi cs) di serahkan kepada kami. Bagaimana caranya LSM GMBI tersebut mengupayakan kami ikuti yang penting sertifikat atas nama Ibu saya di berikan kepada kami sebagai ahli waris sah tegas Edi Riyanto.

Pemdes memberikan keterangan kapada wartawan Berita TKP secara tertulis menjelaskan ini keputusan musyawarah. Isi dari hasil pertemuan bahwa Pemdes Patranrejo dengan musyawarah warga Desa Patranrejo dukuh Pugruk, Daleman, Tempel, menyepakati bahwa tanah dan bangunan balai kusta itu milik Pemdes dan di pertahankan sebagai aset desa atas dasar tanah tersebut berasal dari asal usul gogol gilir.

Baca Juga :  Satpol PP Gelar Razia Warung Remang-remang, 13 Pramusaji Diamankan

Lain halnya dengan pernyataan dari Anggota LSM GMBI (Tikno) bahwa kami sebagai kuasa dari ahli waris akan tetap melanjutkan masalah ini ke pihak berwajib atau ke ranah hukum karena dari Pemdes Patran tidak ada niat baik untuk memberikan sertifikat ke ahli waris dan tidak menutup kemungkinan akan kita lanjutkan ke hal yang lainnya.

Dalam permasalahan ini sebenarnya tidak perlu sampai merembet kemana-mana atau rumit asalkan ada musyawarah secara ke keluargaan dan sama-sama saling berbesar hati serta mau menurunkan ego pribadinya ujar Zaini. (Hary)

print

Shortlink: