Jatim Cermati Daerah Pesaing Tujuan Investasi

Lili Soleh (kiri) berikan cindera mata ke pimpinan PT Mars Indonesia di Kawasan Industri Makassar.

Makasar, BeritaTKP.Com – Dalam wujud meningkatkan perekonomian Pemerintah Jawa Timur terus berusaha menggenjot investasi di wilayahnya. Bahkan, secara khusus mencermati daerah pesaing lainnya yang mempunyai kinerja dalam investasi yang tinggi.

Ini yang sedang dilakukan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPM PTSP) Pemprov Jatim. Sejak tahun lalu, dinas yang dipimpin Ir Lili Soleh melakukan studi perbandingan di sejumlah provinsi yang mencatatkan pertumbuhan investasi tinggi.

“Kami ingin mencermati apa saja yang membuat pertumbuhan investasi mereka tinggi. Apakah karena unggul dalam sistem layanan mereka atau karena potensi daerahnya yang membuat investor tertarik,” katanya di sela-sela kunjungan di Makasar, Jumat (10/8/2018).

Lili memang memimpin sendiri tim promosi penanaman modal Jatim untuk “mengintip” potensi beberapa daerah di bidang investasi. Selama dua hari, ia bersama tim bertemu pejabat DPM PTSP Sulawesi Selatan. Juga mengunjungi Banteng Industrial Park dan Kawasan Industri Makasar. Juga ke Pabrik Mars Indonesia.

Sebelumnya, Tim DPM PTSP Jatim juga telah mengunjungi Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten. Ke masing-masing provinsi yang ada di pulau Jawa tersebut mereka meneliti tentang perkembangan investasi dan realisasinya, inovasi yang dikembangkan tiga provinsi tersebut, serta respon investor yang ada di wilayah mereka.

Menurut Lili, Jawa Tengah saat ini mempunyai potensi besar untuk menarik investor menanamkan dananya ke provinsi ini. Sebab, mereka bisa menyediakan insentif yang cukup menarik seperti pembebasan pajak daerah untuk jangka waktu tertentu di kawasan industri yang dikembangkannya. “Namun demikian, kalau dilihat dari pertumbuhan investasi sampai dengan semester 1 tahun 2018, pertumbuhan investasi Jatim masih lebih tinggi dari Jateng,” katanya.

Berdasarkan data sementara, realisasi investasi Jatim selama semester I/2018 mencapai Rp 28 Triliun. Sedangkan target realisasi investasi 2018 Rp 58 Triliun. “Kita berharap sampai triwulan ketiga tahun ini sudah tercapai Rp 48 Triliun,” tambah Lili optimistik.          Nando.