Pemkot Probolinggo Kurang Harmonis dan Humanis Terhadap Wartawan Mingguan

0
23

Probolinggo Berita TKP -Com Hubungan yang terjalin antara Wartawan terhadap Kabag Humas Pemkot Probolinggo terasa kurang harmonis dan humanis, seolah olah wartawan mingguan dipandang sebelah mata oleh  humas Pemkot Probolinggo. Untuk mengklarifikasi aroma yang kurang harmonis wartawan Probolinggo melalui F-Wamipro angkat bicara. Dengan membangun pola kemitraan pemkot Probolinggo, F-Wamipro ( forum wartawan mingguan Probolinggo) melakukan audensi bersama mememui Kabag Humas kota Probolinggo Dra. Mardi prihartini, Senin pagi (15/10).

Hal ini dilakukan lantaran pemerintah kota Probolinggo di anggap kurang bermitra dengan wartawan yang tergabung di media mingguan dan on line di Probolinggo. DAn terkesan di anak tirikan, perlu di ingat wartawan mingguan di kota Probolinggo mempunyai kontribusi berita yang akurat.

Sejauh ini menurut Suhri selaku ketua Umum F-Wamipro, media mingguan dan on line kerap mendapat perhatian tidak adil serta kurang transparanya kontribusi yang di dapatkan dari hubungan baik yang di bangun dengan Pemkot.Tampak ketua umum F Wamipro, M. Suhri, di dampingi segenap pengurus mendatangi kantor humas dan protokol yang berada di komplek kantor walikota Probolinggo, jl. Panglima Sudirman. Audensi yang awalnya di jadwalkan akan bertemu dengan Walikota ini membahas terkait pola kemitraan yang di terapkan pemerintah kota Probolinggo dengan media mingguan dan online di anggap kurang harmonis dan Humanis.

“Sebenarnya surat yang kami kirim teruntuk Walikota Probolinggo, kami ingin beraudensi langsung dengan beliau, ternyata beliau ada agenda ke luar negeri, akhirnya surat mendapat disposisi ke kabag Humas” ujar Suhri

“Materi yang kami bawa, kami ingin minta kejelasan dari pihak pemerintah kota terkait pola pola kemitraan yang selama ini kerap membuat kami bingung, sejujurnya selama ini kami merasa sulit memahami cara mereka bermitra, terkesan mereka ( pemerintah) lebih memberikan perhatian ke media yang justru kritis ketika pemerintah kliru”, lanjutnya

“padahal kalau kita evaluasi, sala satu contoh saja, bagaimana mereka memuat pemberitaan mantan walikota dan wakil walikota aktif ketika terseret kasus, luar biasa, apa kita harus kenceng kencengan dulu baru mereka (pemkot) melihat kami,dan tidak mengurangi independent dalam pemberitaan bukan berarti harus di acuhi”,  Tegas Suhri.

Dan Nanang Sukistiyadi selaku pembina di F Wamipro menyampaikan, hal ini sangat berbeda dengan pemerintah kabupaten Probolinggo, menurutnya pemerintahan kabupaten Probolinggo lebih baik dalam memahami arti kerja sama .

” Di Kabupaten Probolinggo berbeda dengan di sini (kota) , dana kemitraan untuk setiap nilai berita saja masih membingungkan, selama dua bulan hanya di beri 30 ribu sampai 120 ribu, padahal beritanya tentang walikota banyak” cletusnya.

Jangan hanya perusahaan media raksasa saja yang selalu di beri infus. Kurangnya pemahaman Humas kota Probolinggo terhadap karya karya tulis wartawan mingguan.

“Dalam hal kemitraan, pemerintah kota Probolinggo memang memberikan kontribusi sebesar 30 ribu untuk setiap berita yang memuat tentang giat walikota, namun hal ini di keluhkan karena tidak sesuai realita, kendati wartawan yang sudah menghasilkan banyak berita tentang walikota, kontribusi yang mereka dapat tetap saja berkisar di 30 ribu sampai 120 ribu tanpa ada kejelasan terkait kekurungannya, kadang pencairan nunggu sampai 2 bulan” pungkas Nanang.

Dalam hal ini pemerintah kota melalui Kabag Humas dan Protokol kota Probolinggo Dra.Mardi Prihatini menanggapi, menurutnya dia masih tahap adaptasi, mengingat dia masih terbilang baru menduduki posisi kepala bagian Humas dan protokol dan segara hal ini akan di masukkan dalam jadwal rapat kedinasan

“terima kasih saya sampaikan kepada para teman teman wartawan atas masukan nya, tentunya hal ini menjadi pelajaran baru buat saya, dan segera akan saya rapat kan, serta segera saya buat laporan kedinasan kepada walikota” ujar Kabag Humas dan Protokoler tersebut. (Red)