Arogan Dasiyo Dan Istri Tantang Berkelahi Dua wartawan

Lampung Berita TKP -Com Oknum Kepala SMA Negeri 1 Kota Gajah, Lampung Tengah Dasiyo Priambodo mengusir dan menantang berkelahi dan mengusir dua orang wartawan yang saat itu meminta klarifikasi terkait kebijakan sekolah dalam pelaksanaan program sekolah.

Peristiwa tak pantas itu bermula saat kedua wartawan dari surat kabar Abdullah, dari Cahaya Media juga wartawan media siber cahayalampung.com dan Ersyan dari surat kabar Journal Nusantara juga wartawan journalnusantara.co.id dan sinarlampung.com mendatangi Kepala Sekolah di ruang kerjanya, Jum’at (19/10/2018), setelah bincang bincang beberapa, tiba tiba Dasio naik pitam dengan menggebrak meja kerja milik negara itu, serta mengusir kedua wartawan itu.“

Kami hanya meminta klarifikasi hal-hal yang menyangkut pengelolaan keuangan program seperti PIP, dana BOS dan adanya surat edaran untuk para wali murid, serta pungutan uang kepada puluhan pemilik kantin sekolah sekolah,” katanya.Sebenarnya, menurut Ersyan, yang ikut saat itu, dia bersama rekannya Abdullah, mereka hanya mengkonfirmasi seputar penggunaan, serta pengelolaan keuangan sekolah seperti jumlah murid, Program Indonesia Pintar (PIP), iuran siswa dan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dan meminta klarifikasi surat edaran untuk para wali murid nomor: 420/409/C.2/D.1/2018 Serta penarikan uang kepada puluhan kantin yang ada di sekolah tersebut.

Dan saat wartawan menanyakan terkait kartu asuransi siswa, Dasiyo terlihat mulai tinggi nadanya, “Kepala sekolah itu meminta agar dapat menghadirkan nara sumber atau wali murid kehadapannya. Ya tidak tidak mungkinlah kami menghadirkan narasumber karena jelas di atur dalam undang undang dan Kode Etik Jurnalistik untuk tidak menyebut dan membuka narasumber, harus dia (Dasiyo) paham hal ini,” kata Ersyan.

Abdullah menambahkan bahwa oknum kepala sekolah SMA Negeri 1 Kota Gajah itu tiba tiba marah marah tidak jelas. “Dasiyo tidak hanya marah-marah ga jelas, kemungkinan karena merasa dicecar pertanyaan, akhirnya Dasiyo mengusir kami dan ia juga akan lapor polisi,” ungkap Abdullah.

Saat itu, lanjut Abdullah, tiba-tiba datang seorang wanita belum diketahui namanya, yang diketahui guru SMA Negeri 1 Kota Gajah, yang ternyata istri Dasiyo,  juga ikut-ikutan mengusir wartawan. “Saya ini istrinya (Dasiyo), kalian mau apa, keluar-keluar,” kata Abdullah menirukan ucapan wanita yang mengaku istri Dasiyo.

Untuk menghindari keributan, kedua wartawan tadi memilih keluar pergi meninggalkan ruang kerja Kepala Sekolah. “Kami akan menindaklanjutinya, karena apa yang kami konfirmasi terdapat indikasi korupsi dan masalah ini akan kami serahkan kepada pihak aparat penegak hukum. Untuk apa kami melayani gaya-gaya preman itu, malu lah, apa lagi itu sekolahan, tempat mendidik anak-anak, masak gaya-gaya preman harus kita pertontonkan,” tutur Ersyan.

Menanggapi hal ini, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung, Donny Irawan mengatakan, seharusnya kepala sekolah tidak berlaku demikian. “Kepala sekolah bisa menerima wartawan dengan baik, tidak berlaku demikian, selagi wartawan bisa menunjukkan identitasnya maka pihak mana pun dapat menyambutnya dengan baik, kalau persoalan lapor melapor nantinya jadi tidak baik,” ujar Donny melalui hubungan telepon, Rabu (24/10) (Red)