Kades Teken Glagahan Diduga Manipulasi Dana Anggaran DD/ADD

0
205

Nganjuk Berita TKP-Com Pemerintah telah menganggarkan dana untuk pembangunan infrastruktur melalui Dana Desa. Dalam realisasi di lapangan Desa Teken Glagahan Kecamatan Loceret ada dugaan adanya manipulasi anggaran yang cukup signifikan. Adanya dugaan manipulasi anggaran ini di ketahui oleh LSM GMBI Distrik Nganjuk yang melakukan kontrol sosial di desa Teken Glagahan.

Dari olah TKP team LSM GMBI menjelaskan bahwa pembangunan di Desa Teken Glagahan kwalitasnya sangat jelek, serta Kades sebagai penggunaan anggaran yang tidak tranparan dan semua anggaran di kuasai oleh Kepala Desa Teken. Dalam pelaksanaan dan penggunaan Dana Desa diduga Kades Teken mencari keuntungan pribadi serta menyalahi aturan dan mekanis yang ada,

Hal ini terbukti dari hasil penjelasan Jogoboyo (Rianto) sebagai bendahara dia hanya mengambil dana anggaran dari Bank dan saya serahkan selebihnya tidak mengetahui. Begitu pula Sekdes (Lahuri) sebagai PTPKD desa Teken mereka menjawab tidak tahu tentang anggaran dan titik pembangunan yang ada di Desanya. Juga sangat di sayangkan PK pembangunan yang seharusnya memahami saat di konfirmasi oleh pihak lembaga juga menjawab tidak tahu sehingga terindikasi mereka hanya sebagai wayang dan fungsinya tidak maksimal.

Pada saat ketemu warga sekitar lokasi adanya pembangunan drainase menjelaskan bahwa “Drainase ini di kerjakan oleh warga luar desa Teken Glagahan untuk kwalitas ya seperti itu sedangkan bahan bangunan semen menggunakan semen yang harganya lebih murah tidak menggunakan semen yang biasa di pakai pada umumnya kalau anggaran dari mana dan berapa tidak mengetahui karena tidak ada tulisan penjelasannya”.

Selama beberapa hari melakukan kontrol sosial di Desa Teken Glagahan saat klarifikasi bertemu Bu Kades jawaban yang diluar dugaan terlontar “Dana Desa sudah terkaper dan dilaksanakan serta sudah di audit oleh Inspektorat di Bulan Mei 2018 dan tidak ada masalah, anda ini siapa terus punya kapasitas apa tanya tanya soal Dana Desa wong masyarakat saya saja tidak komplain, saudara ini sudah membuat resah warga desa Teken, apa saya panggilkan warga sekarang”.

Berdasarkan keterangan tersebut tidak sepatutnya di ucapkan seorang Kepala Desa ini akan membuat bumerang dan terkesan arogan dengan mengancam LSM dan Media sehingga tambah memperkeruh suasana di Desa Teken jelas Tri

Dengan adanya dugaan ini Ketua LSM GMBI Distrik Nganjuk angkat bicara “Bahwa Kades Teken memberikan pernyataan yang tidak layak di contoh dan ini akan kami tindak lanjuti karena sudah jelas melanggar beberapa Peraturan dan Undang Undang yang telah di tentukan oleh Pemerintah antara lain:
1. UU.RI No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik
2. UU.RI. No.6 Tahun 2014 Tentang Desa
3. PP. No.43. Th 2014 Tentang Pelaksanaan UU Nom 6 Th 2014
4. UU.RI No.39 Th 2009 Tentang. Pelayanan Publik
5. UU. No.28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan bebas dari Korupsi,Kolusi. Dan Nepotisme

Berdasarkan hasil investigasi dan temuan ini pihak LSM GMBI akan melanjutkan ke pihak-pihak yang berwenang karena Dana Desa telah di manfaatkan oleh Kepala Desa untuk kepentingan pribadi. (Hary)