Sejumlah Warga Bangkalan Luruk Kantor BPWS Surabaya – Madura

Surabaya Berita TKP -Com Warga serta Tokoh adat dari empat desa, Khususnya Desa Labang, Kabupaten Bangkalan, luruk ke kantor Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – Madura (BPWS), kedatangannya tersebut meminta agar dalam pembangunan wilayah Bangkalan warga diikut sertakan.

Karena menurutnya dalam pembangunan wilayah Suramadu di Bangkalan tidak melibatkan warga setempat yang terdampak proyek tersebut.

Selama audiensi berjalan, beberapa usulan tokoh adat, seperti meminta agar BPWS bersedia menyerap tenaga kerja putra daerah di empat desa di Bangkalan, serta soal pembebasan lahan untuk kepentingan proyek pengembangan wilayah Suramadu yang dianggap penuh persoalan.

“Kita butuh transparansi, pengadaan lahan yang bermasalah. Ini pengadaan lahan BPWS ini penuh masalah,” ujar Mochamad Jazuli Rohmatullah, selaku Ketua Dewan Adat Madura Kabupaten Bangkalan, Kamis (6/12/2018).

Tak luput pula soal pelaksanaan lelang pengadaan barang, jasa serta pekerjaan di BPWS. Dianggapnya penuh kejanggalan. Mereka mendesak tranparansi terkait urusan ini, “Tender-tender ini diduga penuh persekongkolan,” singkatnya.

Sementara menurut Sekretaris DPW BPI KPNPA RI Jawa Timur, Adi Suprapto yang turut serta dalam aksi tersebut pihaknya selama ini memang kerap menerima laporan-laporan sehubungan dengan program pengembangan wilayah Suramadu yang penuh penyimpangan, sejak dimulainya pembangunan fisik jembatan hingga rest area di kaki utara jembatan.

Meski begitu, pihaknya tetap berupaya netral dan mengedepankan audiensi antara masyarakat Bangkalan dengan pihak BPWS, “Karena itu kami ingin ada klarifikasi sebenarnya,” kata dia.

Lebih lanjut, “jika hal ini tak lekas menemukan solusi positif. Ia menyampaikan akan segera menindaklanjuti dengan investigasi menyeluruh, terkait dugaan penyimpangan yang dilaporkan masyarakat,” pungkasnya(Red)