Karaoke Maxi Brillian Di Cabut Izin Nya Dan Langsung Segel Oleh Pemkot

0
92

Blitar Berita TKP– Com Pemerintah Kota Blitar akhirnya mencabut izin karaoke dan resto Maxi Brillian. Usai memutuskan mencabut izin, Pemkot Blitar melalui Satpol PP langsung menyegel tempat karaoke di Jalan Semeru Barat Kota Blitar yang sempat digerebek Polda Jatim atas dugaan menyediakan tarian striptis. Segel dipasang di dua titik, diantaranya di pintu utama sebelah Timur dan pos penjagaan Maxi Brillian.

Plt Kasatpol PP Kota Blitar, Juari saat memimpin penyegelan Maxi Brillian mengatakan, penyegelan dilakukan, Jumat (21/12/2018) sore usai Pemkot menggelar rapat internal. Dalam rapat internal tersebut, Pemkot memutuskan mencabut izin Maxi Brillian karena dianggap melanggar Perda Nomer 1 tahun 2017 tentang ketertiban dan ketentraman umum.

Ini adalah tindak lanjut kami sebagai penegak Perda.  Sebagaimana diketahui penyidik Polda telah menemukan kegiatan asusila di salah satu room karaoke Maxi Brillian. Sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat. Terbukti ada sejumlah aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat,” kata Juari Jumat (21/12/2018).

Lebih lanjut Juari menjelaskan, salah satu yang menjadi pertimbangan Pemkot Blitar mencabut izin Maxi Brillian adalah surat rekomendasi dari DPRD Kota Blitar.

“Secara resmi surat rekomendasi teraebut telah diterima Pemkot Blitar yang ditindak lanjuti dengan menggelar rapat internal hingga ada putusan ini (pencabutan izin),” tyandas Juari.

Juari menambahkan, selain mencabut izin, dari keputusan Wakil Wali Kota Blitar melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Pemkot Blitar  juga mengeluarkan  keputusan untuk mencabut SIUP dan menghapus daftar perusahaan karaoke Maxi Brillian.

“Melalui Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan Terpadu Satu Pintu SIUPnya dicabut dan daftar perusahaanya dihapus,” ujarnya.

Sementara Heru Sugeng Priyono pemilik Maxi Brillian  mengaku pasrah dengan penyegelan dan pencabutan izin yang dilakukan Pemkot Blitar.“Kami pasrah atas keputusan Pemkot Blitar,” jelas Heru Sugeng Priyono (Red)