Ketua MPN Korwil Nganjuk Dukung Polisi Tangkap Kejahatan Seksual

Ketua MPN Korwil Nganjuk Kuswanto Bersama Keluarga Korban Saat Di Polres Nganjuk

Nganjuk Berita TKP-Com Pengusutan kasus kejahatan seksual yang ditujukan kepada (E) warga babadan Patianrowo masih terus berlanjut di Mapolres Nganjuk, Penyidik kepolisian terus melengkapi berkas pemeriksaan untuk memperkuat laporan, Rabu (9/1/2019) sore Pukul 14.45 WIB

Ketua Majelis Pers Nasional Korwil Nganjuk (MPN) Kuswanto mendukung kepolisian penanganan kasus kejahatan seksual dibawa ke ranah hukum. dukungan kepada polisi dilakukan sejak hari Selasa (8/1) siang pukul 02.00 WIB, agar kasus ini diselesaikan secara hukum disampaikan saat dirinya bertemu dengan  Orang tua korban bersama-sama dengan kedua saudaranya mendatangi Mapolres Nganjuk.

Sebab, kata dia, kasus ini sudah terlanjur muncul di publik dan desakan keluarga korban cukup besar agar bisa diselesaikan secara hukum.

“Kami mendukung pihak kepolisian dalam hal ini Polres Nganjuk untuk menyelesaikan secara hukum kepada pelaku kejahatan seksual yang sudah viral di Medsos, tentu saja dengan mempertimbangkan dari keluarga korban, itu yang utama,” kata pria yang biasa disapa kang kusno, Rabu (9/1)

Awal kejadian yang di alami oleh Gadis yang berinisial (Ny) asal Desa Sumbersono Kecamatan Lengkong, gara-gara tidak terima di putus cinta oleh pacarnya harus menanggung malu dengan menyebar foto – foto tidak senonoh di akun sosial Facebook.

Karna tidak terima perlakuan dari laki-laki yang berinisial (E) sekaligus Pemilik Akun “Kodok Putra Lintang” itu di laporkan keluarga korban ke Polres Nganjuk

Dengan agenda laporan di duga telah terjadi tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik dalam informasi elektronik yang terjadi di Akun facebook, dalam pasal 45 ayat (3) Undang-Undang nomer 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi.

Saya selaku saudara korban merasa malu dan sakit hati dengan perlakuan (E), keluarga besar saya juga ikut malu dari itu saya menempuh jalur hukum supaya ada efek jera dan tidak ada korban-korban berikutnya, dan saya berharap pihak berwajib bisa menegakkan hukum seadil-adilnya, ”ujar perempuan yang di panggil ayu

Sementara Sumarsih (32) warga Desa Sumbersono RT 003/RT 001 Kecamatan Lengkong, ibunda korban menuturkan,

“Saya sebagai ibu merasa malu menanggung semua ini, perilaku bejat yang dilakukan (E) sangat mencoreng aib yang dalam, kami sudah melaporkan kasus ini ke Unit PPA Polres Nganjuk dengan Nomer : SPTL/02/1/2019/Jatim/ResNganjuk, ” Tutur Ibunda (Ny) sambil menangis.(Haryono) 

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda